INFO PROFIL

Foto Saya
JENTREK ROJOIMO WONOSOBO, jawa tengah indonesia, Indonesia
Ya Allah jadikan kami manusia yang bisa keluar dari belenggu “kemunafikan”. Bimbing kami untuk tidak mengoreksi orang lain sebelum diri ini terkoreksi ya Rabb. Jadikan kami manusia yang jujur dan tidak pernah membohongi diri sendiri apalagi orang lain. kepadaMulah kami berserah ya Allah, kepadaMulah kami bermohon karena tanpa kehendakMu kami tidak bisa berbuat apa-apa Affannur Jentrek rojoimo wonosobo . lahir13 Agustus 1989

Sabtu, 07 April 2012

SEJARAH DAN PERKEMBANGANI ILMU TASAWUF


SEJARAH  DAN PERKEMBANGANI ILMU TASAWUF
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah ilmu tasawuf yang di ampu oleh Bapak Mufid Fadhli M.Ag




Disusun oleh :
1.      Affanoer
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN (UNSIQ)
JAWA TENGAH DI WONOSOBO



BAB 11 PEMBAHASAN
1.Sejarah perkembangan Tasawuf Salafi (Akhlaqi) ,Salafi , dan Syi’I
    A. sejarah perkembangan Tasawuf Salafi ( Akhlaqi)
           Pada mulanya tasawuf merupakan perkembangan dari pemahaman tentang makna-makna institusi islam. Sejak zaman sahabat dan tabi’in , kecenderungan pandangan orang terhadap islam secara analistis mulai muncul . ajaran islam mereka dapat dipandang dari dua aspek ,yaitu aspek lahiriyah dan aspek batiniyah atau aspek luar dan aspek dalam mulai terlihat sebagai hal yang paling utama , tentunya tanpa mengabaikan aspek luarnya yang dimotivasikan untuk membersihkan jiwa.
   Sejarah dan perkrmbangan ilmu tasawuf salafi (akhlaqi ) mengalami beberapa fase berikut:
1.      Abad Kesatu dan Kedua Hijriyah
Disebut pula dengan fase aketisme (zuhud).sikap aketisme ini dipandang sebagai pengantar kemunculan ilmu tasawuf.pada fase ini terdapat Individu dari kalangan muslim yan lebih memusatkan dirinya pada ibadah , mereka menjalankan konsepsi asketis dalam kehidupan, yaitu tidak memntingkan makanan , pakaian,maupun tempat tinggal. Mereka lebih banyak beramal untuk hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan akhirat,yang menyebabkan mereka lebih memusatkan diri pada jalur kehidupan dan tingkah laku yang asketis.

2.      Abad Ketiga Hijriyah
Sejak abad ketiga hijriyah,para sufi memulai menaruh perhatian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan jiwa dan tingkah laku. Perkembangan doktrin-doktrin dan tingkah laku sufi di tandai dengan upaya menegakkan moral di tengah terjadinya dekadensi moral yang berkembang waktu itu, sehingga di tangan mereka tasawuf pun berkembang menjadi ilmu moral keagamaan atau ilmu akhlak keagamaan.
Pada abad ketiga, terlihat perkembangan tasawuf yang pesat, di tandai dengan adanya segolongan ahli tasawuf yang mencoba menyelidiki inti ajaran tasawuf yang berkembang masa itu. Mereka membaginya menjadi tiga macam, yaitu:
a.       Tasawuf yang berintikan ilmu jiwa, yaitu tasawuf yang berisi suatu metode yang lengkap tentang pengobatan jiwa, yang mengonsentrasikan kejiwaan manusia kepada khaliqnya, sehingga ketegangan kejiwaan akibat pengaruh keduniaan dapat teratasi dengan baik.
b.      Tasawuf yang berintikan ilmu akhlak, yaitu didalamnya terkandung petunjuk-petunjuk tentang cara berbuat baik serta cara menghindarkan keburukan, yang dilengkapi dengan riwayat dari kasus yang pernah di alami oleh para sahabat nabi.
c.       Tasawuf yang berintikan metafisika, yaitu yang di dalamnya tekandung ajaran yang melukiskan hakikat ilahi, yang merupakan satu-satunya yang ada dalam pengertian mutlak, serta melukiskan sifat-sifat tuhan.
3.      Abad Keempat Hijriyah
Abad ini ditandai dengan kemajuan ilmu tasawuf yanglebih pesat di bandingkan dengan abad ketiga hijriyah, karena usaha maksimal para ulama tasawuf untuk mengembangkan ajaran tasawufnya masing-masing. Akibatnya, kota Bahdad yang hanya satu-satunya kota yang terkenal sebagai pusat kegiatan tasawuf yang paling besar sebelum masa itu, tersaingi oleh kota-kota lainnpaya .
    Upaya untuk mengembangkan ajaran tasawuf diluar kota Baghdad ,dipelopori oleh beberapa ulama tasawuf yang terkenal kealimanya , antara lain:
a.       Musa Al-ansyari , mengajarkan ilmu tasawuf di khurasan (Persia dan iran ) dan wafat disana tahun 320 H
b.      Abu Hamid bin Muhamad ar-rubazy mengajarkan salah satu kota di Mesir , dan wafat disana tahun 322 H
c.       Abu Zaid al-Adamy , mengajarkan di semenanjung arabiyah ,dan wafat di tahun 312 H.
d.      Abu Ali Muhamad bin Abdil wahab as-syaqafy mengajarkan di naisabur dan kota syaraz , hingga ia wafat tahun 328 H.
     Perkembangan tasawuf diberbagai diberbagai negeri dan kota tidak mengurangi perkembangan tasawuf dikota Baghdad, bahkan penulisan kitab-kitab tasawuf disana mulai bermunculan ,misalnya kitab Qutubul Qultib Fi muamalatil Mahbub, yang dikarang oleh Abu thalib al maky (meninggal di baghdaaad tahun 386 H )
       Dalam pengajaran ilmu tasawuf diberbagai negeri dan kota,para ulama trsebut menggunakan sistem tarekat ,sebagaimana yang dirintis oleh ulama tasawuf pendahulunya . sistem terssebut berupa pengajaran dari seorang guru terhadap murid-muridnya yang bersifat teoretis serta bimbingan langsung mengenai cara pelaksanaanya yang disebut ‘suluk’ dalam ajaran tasawuf .
        Ciri-ciri yang terdapat pada abad ini , ditandai dengan semakin kuatnya unsur filsafat yang mempenaruhi corak tasawuf ,karena banyaknya buku tasawuf yang tersebar di kalangan umat islam dari terjemahan orang-orang muslim sejak permulaan daulah abbasiyah .pada abad ini pula mulai dijelaskan ya perbedaan ilmu zahir dan ilmu bathin ,yang dibagi oleh ahli tasawuf menjadi empat macam,yaitu:
a.       Ilmu syariah
b.      Ilmu thariqah
c.       Ilmu haqiqah
d.      Ilmu ma’rifah
4.      Abad Kelima Hijriyah
Pada abad kelima ini munculah Imam Al-Ghazali , yang sebelumnya hanya menerima tasawuf yang berupa Al-Qur’an dan Assunah serta bertujuan asketisme ,kehidupan sederhana ,pelusuran ayat , dan pembinaan moral . pengetahuan tentang taswuf dikajinya dengan begitu mendalam , di sisi lain , ia m,elancarkan kritikan tajam terhadap para filosof, kaum Mu’tazilah dan batiniyah . Al-Ghazali-lah yang berhasiL memancangkan prinsip-prinsip tasawuf yang moderat , yang seiring dengan Ahlussunah Waljama’ah dan bertentangan dengan tasawuf Al hajjaj dan Abu yazzid  Al-Bustami , terutama mengenai soal karakter manusia
      Tasawuf pada awal kelima Hijriyah cenderung mengadakan pembaharuan , yakni dengan mengembalikan ke landasan Al-Qur’an dan As-sunah
        Abad kelima hijriyah merupakan tongkak yang menentukan kejayaan tasawuf salafi (akhlaqi) . pada masa tersebut tasawuf salafi tersebar luas di klangan dunia islam. Fondasinya begitu dalam terpancang untuk jangka lama pada berbagai lapisan masyarakat islam.
5.      SEJARAH PERKEMBANGAN TASAWUF FALSAFI
      Tasawuf falsafi , disebut pula dengan taawuf nazari , merupakan tasawuf yang ajaran-ajaranya memadukan antar visi mistis dan visi rasional sebagai pengasanya . berbeda dengan tasawuf salafi ( Akhlaqi )
, tasawuf filosofi menggunakan terminology filosofis sebagai pengungkapnya , terminology filosofis tersebut berasal dari bbermacam-macam filsafat yang telah memengaruhi para tokohnya tasawuf filosofi mulai muncul dengan jelas dan khasanah islam sejak abad keenam Hijriyah ,meskipun para tokohnya baru kenal seabad kemudian sejak itu tasawuf terus berkembang terutama dikalangan para sufi yang juga filosof ,sampai menjelang akhir-akhir ini .
      Pemaduan antara ilmu tasawuf dengan filsafat telah membuat ajaran tasawuf filosof telah bercampur dengan sejumlah ajaran ajran filsafat diluar islam seprti yunani,Persia , india dan agama nashrani namun,orisinalnya sebagai taswuf tetap tidak hilang karena para tokohnya meskipun mempunyai latar belakang kebudayaan dan pengetahuan yang berbeda sejalan ekspansi islam yang telah meluas pada waktu itu tetap menjaga kemandirian ajaran-ajaranya terutama bila dikaitkan dengan kedudukan mereka sebagi umat islam .
     Para sufi yang juga pendiri aliran taswuf filosofi dikenal dengan baik filsafat yunani serta berbagai aliranya misalnya, scorates , plato,Aristoteles,Aliran stoa dan aliran neo platonisme mereka cukup akrab dengan filsafat dengan neo platonisme ,bahkan mereka cukup terkenal dengan filsafat yang diknal hermetisme , yang karya-karyanya banyak diterjemahkan kedalam bahsa arab , dan filsafat –filsafat timur kino,baik Persia maupun india serta menelaah filsaft-filsafat para filosof muslim , seperti Al-Farabi ,Ibnu sina dan lain-lain,mereka pun dipengaruhi oleh aliran batiniah dan alitan syi’ah dan risalah –risalah ikhwan ash-shafa ,Disamping itu mereka memilki pemahaman yang luas di bidang ilmu-ilmu agama,sepertyi fiqih,kalam,khadis, serta tafsir,mereka bercorak ensiklopedis dan berlatar belakang budaya yang bermacam-macam .
     Tokoh pertama yang dipandang sebagai tokoh tasawuf falsfi adalah ibnu Masarrah [dari cardova,Andaluisa] ia adalah filosf pertama yang muncul di Andaluisa dan sekaligus dapat dapat disebut filosof sufi pertama di Dunia Islam ,ia menganut paham emnasi yang menganut paham emnasi Plotinus ,tingkatan-tingakatn wujudnya yang memancar dari tuhan , dalam pahamnya adalah materi utama yang bersifat rohaniah kemudian akal universal,diikuti jiwa universal,kemudian natur universal dan terakhir, materi kedua yang bersifat murakkab (Tersusun)  menurtnya melalui jalan taswuf manusia dapat melepaskan jiwanya dari belenggu penjara badan ,dan memperoleh karunia tuhan berupa penyinaran hati dengan sinar tuhan itulah ma’rifat yang memberikan kebahagiaan sejati ,ia juga menganut paham bahwa kehidupan ukhrawi itu bersifat rohaniah spiritual.
     Bila tasawuf sunni memperoleh bentuk yang final pada pengajaran Al-Ghazali ,tasawyf falsafi mencapai kesempurnaannya pada pengajaran Ibn Arabi ,dengan pengetahuanya yang amat banyak baik dalam lapangan keislaman maupun dalam lapangan filsafat, Ajaran sentral sentral Ibnu Arabi adalah tentang kesatuan wujud (wahdah al wujud) menututnya ,wujud ini hanyalah satu itulah wujud yang berdiri dengan dirinya sendiri itulah yang maha benar Al-haq atau tuhan , wujud alam ini hanyalah khayal dengan pengertian bahwa ia tampak sebagai wujud yang berdiri sendiri padahal sebenarnya wujud dengan wujud tuhan dengan begitu dapat dikatakan wujud alam dengan wujud Tyhan adalah satu bukan dua atau banyak, Alam yang banyak dan beragam ini merupakan manifestasi atau penampakan diri wujud yang satu itu



C. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TASAWUF SYI’I
             Di luar dua aliran Tasawuf di atas , ada juga yang memasukan tasawuf aliran ketiga , yaitu tasawuf syi’I atau syi’ah ,pembagian tasawuf aliran ketiga ini di dasarkan atas ketajaman pemahaman kaum sufi dalam dalam menganalisi kedekatan manusia dengan tuhan . sedangkan kaum syi’ah merupakan golongan yang dinisbatkan kepada pengikut Ali bin  Abi Thalib, dalam sejaranya setelah perang  siffin , para pendukung fanatic Ali memisahkan diri dan banyak yang terdiam didratan Persia didaratan Persia telah berkembang tradisi ilmiah ,pemikiran pemikiran kefilsafatan juga sudah berkembang didratan ini sebelum wilayah –wilayah islam lainya .
          Oleh karena itu ,perkembangan tasawuf syi’I dapat ditinjau melalui kacamata keterpengaruan Persian oleh pemikiran-pemikiran filsafat yunani. Ibnu Khaldun dalam Al-Muqaddimah telah menyinggung tentang kedekatan kaum syi’ah dengan paham tasawuf. Ia melihat kedekatan tasawuf dengan sekte isma’iliyyah  dari syi’ah , sekte isma’iliyyah inilah menyatakan terjadinya khulul atau ketuhanan dari para imam mereka, menurutnya,antara dua kelompok ini terdapat keserupaan ,khususnya dalam persoalan “quthb “ dan “abdal” . bagi para sufi filosof, quthb adalah puncaknya kaum ‘arifin’ ,sedangkan abdal merupakan perwakilan ,Ibnu Khaldun menyatakan bahwa doktrin aliran ismailiyyah tentang imam dan para wakil,begitu juga ,tentang pakaian compang-camping yang disebut-sebut dari imam Ali
         Sementara itu ,Azyumardi Azra tidak membedakan antara syi’ah dengan sunni dalam persoalan tasawuf ,dengan alas an , pertama tidak dikenal dalam termenologi islam , yang disebut dengan syi’I sebab hanya ada tasawuf dan tasawuf dibagi ,menjadi dua. Pertama tasawuf falsafi ,yaitu tasawuf yang menekankan, konsep mahabbah, ma’rifah, hulul, wihdatul wujud , dan lain-lain. Karena falsafi,sebagaimana corak filsafat apapunadalah spekulatif ,filsafat apapun adalah spekulatif.tasawuf yang falsafi juga spekulatif .
         Didalam tradisi syi’ah dua aliran tasawuf [akhlaqi dan falsafi] juga diadopsi . imam Ayatulloh Khoemeni juga menekankan dua hal itu , beliau pernah membuat komentar mengenai kitab yang ditulis Ibnu Arabi , Fushuhul khikam ,tetapi orang syi’ah banyak banyak yang lenih menekankan pada tasawuf ‘amali. Jadi,dalam tasawuf tidak ada perbedaan antar syi’ah dengan sunni,bahkan banyak juga orang syi’ah yang menganut taswuf Imam Ghozali ,yang menekankan tasawuf ‘amali’
         Dalam bidang fiqh islam tampaknya mengikuti paham sunni, banyak mursyid  yang menikuti mereka dalam dan menyebarkan ajaran tarekat yang juga mengikuti sunni dalam fiqh .walaupun begitu ,para mursyid ini menarik rantai silsilah rohaniah mereka ,yang dalam kehidupan seperti silsilah keturunan dari seseorang ,melalui Mursyid-Mursyid mereka yang terdahulu kepada Ali. Juga hasil kasysyaf [vision] dan ilham mereka , seperti diriwayatkan kebanyakan memuat kebenaran mengenai keesaan ilahi dan martabat kehidupan rohani ,yang dang tedapat dalam ucapan-ucapan Ali dan para Imam syi’ah lainya .hal ini bisa kita lihat jika tidak terpengaruh oleh beberapa ungkapan tajam dan kadang-kadang mengejutkan dari para guru tasawuf ini dan merenungkan keseluruhan isi ajaran-ajaran mereka dengan tenang dan sabar
 
BAB 11
PENDAHULUAN
Dalam sejarah perkembanganya, para ahli tsawuf membagi tasawuf menjadi dua arah perkembangan . ada tasawuf yang mengarah pada teori-teori perilaku ; adapula tasawuf yang begitu rumit dan memrlukan pemahaman yang begitu mendalam . pada perkembanganya , tasawuf yang berorientasi pada arah pertama sering disebut sebagai tasawuf salafi ,tasawuf akhalaqi ,atau tasawuf sunni. Tasawuf jenis ini banyak dikembangkan oleh kaum salaf ,adapun tasawuf yang berorientasikan pada arah kedua disebut tasawuf falsafi , tasawuf bentuk kedua banyak dikembangkan para sufi yang berlatar belakang sebagai filosof ,disamping sebagai sufi
      Pembagian dua jenis tasawuf diatas di dasarkan atas kecenderungan ajaran yang dikembangkan ,yakni kecenderungan pada perilaku atau moral ,  dan kecenderungan pada pemikiran, dua kecenderungan ini terus berkembang hingga masing-masing mempunyai jalan sendiri-sendiri . untuk melihat perkembangan tasawuf kearah yang berbeda ini,perlu di lihat ebih jauh tentang gerak sejarah perkembanganya .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar