INFO PROFIL

Foto saya
JENTREK ROJOIMO WONOSOBO, jawa tengah indonesia, Indonesia
Ya Allah jadikan kami manusia yang bisa keluar dari belenggu “kemunafikan”. Bimbing kami untuk tidak mengoreksi orang lain sebelum diri ini terkoreksi ya Rabb. Jadikan kami manusia yang jujur dan tidak pernah membohongi diri sendiri apalagi orang lain. kepadaMulah kami berserah ya Allah, kepadaMulah kami bermohon karena tanpa kehendakMu kami tidak bisa berbuat apa-apa Affannur Jentrek rojoimo wonosobo . lahir13 Agustus 1989

Jumat, 04 Februari 2011

Perselingkuhan, Memang Menyakitkan

Affannur Jentrek ROjoimo
Beberapa terakhir ini saya menerima curhat dari beberapa orang kawan yang berisikan tentang perasaan mereka yang hancur lebur akibat cinta. Lho ? Kenapa cinta bisa membuat mereka merasa dirinya hancur lebur ? Sedangkan yang saya tahu, bahwa cinta itu selalu membahagiakan. Hidup tanpa cinta adalah hampa rasanya. Tapi mengapa mereka merasakannya seperti itu ?
Oh..ternyata mereka mengalami pengkhianatan cinta. Pengkhinatan yang membuat mereka terpuruk dalam jurang kesedihan, jurang kehampaan, sakit hati, dendam dan amarah menjadi satu, bergabung di dalam relung-relung hati mereka. Yah..mereka merasa terselingkuhi oleh pasangan mereka. Pasangan yang benar-benar mereka cintai, mereka sayangi dengan tulus lahir dan batin, tapi dengan teganya laksana tikaman pisau dari belakang yang menusuk jantung-jantung mereka, merobek hati mereka, memburaikan usus-usus dalam perut mereka, cinta dan sayang mereka yang begitu tulus akhirnya terkhianati.
Mereka menangis kepada saya dan bertanya kepada saya, ” Apa yang salah denganku ? AKu sudah sedemikian tulusnya mencintai dia dan menyayangi dia lahir dan batin. AKu sudah melakukanya yang terbaik untuk dia, tapi..dia tega mengkhianatiku cinta dan sayangku ini dengan cara demikian ?” Apa salahku Yung ??? Tolong, beritahu aku..beri tahu kekuranganku yang membuat dia melakukan hal ini kepadaku, membuat hidupku serasa hancur lebur, dan perasaanku hancur berkeping-keping !!”
Saya termenung mendengarnya ……
Saya merasakan airmatanya mengalir dari sela-sela kelopak matanya yang berselimutkan kesedihan dan penderitaan yang amat sangat. Isakan tangisnya yang tertahan akibat gejolak perasaannya yang begitu kuat, membuat saya semakin merasa tersudut dalam libatan kesedihannya dan penderitaaanya.
Saya menarik napas dalam dalam, dan menghembuskannya kuat-kuat untuk sekedar mengurangi beban perasaan saya yang ikut terlibat di dalam perasaannya, mengikuti segala alur - alur dalam ceritanya, meresapi semua kesedihannya dan kepedihannya. Sakit memang…amat sangat sakit…..pedih yang saya rasakan mengisi rongga-rongga dada saya….
Saya menerawang, tidak sanggup untuk berkata-kata mendengarkan segala macam curahan hatinya…
Bagaimana seseorang yang memiliki cinta dan sayang yang begitu amat sangat tulus dan sejati, bagaimana dia dengan susah payahnya menjaga agar cinta dan kesetiaannya tetap terjaga di hatinya tetapi hancur hanya gara-gara sebuah perselingkuhan.
Cinta sejati dan tulus yang berakhir dengan sakit hati dan penderitaan, yang berbuah dendam tentu amat sangat menyesakkan bagi yang mengalaminya. Saya menyadari, orang yang melakukan perselingkuhan sama sekali tidak merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang diselingkuhi. Orang yang melakukan perselingkuhan, sama sekali tidak bisa merasakan sakitnya perasaan, hancurnya jiwa, pedihnya penderitaan batin….saya amat sangat meyakini hal itu.
Bagaimana sebuah perasaan tidak hancur, apabila melihat seseorang yang amat sangat dicintai, mencintai orang lain. Bagaimana tidak sakit perasaan, jika melihat orang yang disayangi , menyayangi orang lain. Bagaimana tidak terpuruk, jika ternyata perasaan setia yang kita jaga benar-benar dalam hati kita paling dalam, ternoda oleh sebuah pengkhianatan cinta….
Saya mengerti teman….
Saya pahami perasaaanmu….
Saya amat sangat mengerti kesedihan dan kepedihanmu….
Saya amat sangat mengerti dan paham dengan apa yang kalian rasakan….
Yah…saya mengerti……
Bagi kita mungkin sebuah pengkhianatan adalah sebuah perbuatan yang tidak bisa dimaafkan. Karena, hati kita begitu terlukanya, hati kita begitu disakitinya. Luka ini tidak akan bisa sembuh oleh apapun, dan sampai kapanpun…
Menurut orang bijak, luka di tubuh akibat goresan pisau, bisa sembuh dan kita lupakan sakitnya jika menggunakan obat merah atau betadine. Tapi luka dihati kita, tidak akan bisa sembuh oleh obat modern apapun, oleh dokter manapun. Meskipun berjuta-juta obat antibiotik dan obat anti infeksi membalur luka dalam hati kita, luka kita tidak akan mengering…luka dalam hati kita akan tetap ada. Tetap ada seumur hidup….
Tapi teman, kita jangan lemah…kita jangan kalah oleh perasaan itu. Jangan kita diperbudak oleh perasaan sakit hati kita dan dendam kita hingga rasa tersebut mengorbankan segalanya yang ada kita…
Saya percaya, sudah banyak yang dikorbankan oleh teman-teman untuk menjaga perasaan cinta kalian dan sayang kalian kepada pasangan masing-masing. Sudah cukup…biarlah, ikhklaskan saja pengorbanan kita yang telah diberikan kepada pasangan-pasangan kita. Mereka sama sekali tidak mengerti, bahwa pengorbanan kita benar-benar tulus, behwa pengorbanan kita benar-benar melibatkan semua asa dan cita dalam hati kita, mengorbankan air mata, kehormatan, harga diri dan segalanya yang ada pada diri kita…
Biarlah…biarkan mereka tidak mengerti dengan apa yang telah kita korbankan. Saya yakin, mata dan hati mereka tertutupi oleh rasa keegoisan dalam diri mereka.
Teman, kita harus bangga kepada diri kita sendiri.
Kenapa bangga ??
Yah..kita harus bangga karena Tuhan memberikan kita kesempatan untuk memelihara cinta sejati dalam hati kita. Tuhan memberikan kesempatan pada kita untuk menjadi manusia yang memiliki sifat setia dan rela berkorban buat seseorang yang kita cintai. Yang mungkin tidak setiap orang memilikinya. Terutama adalah orang-orang yang mengecewakan kita. Mereka tidak punya Friend, percayalah…kita lebih mulia dari mereka dihadapan Tuhan. Kita lebih memiliki harga diri di depan Tuhan, dibandingkan mereka. Meskipun kadang kita banting harga diri kita demi mereka yang kita cintai, dan juga kita buang egoisme kita demi orang yang kita cintai dan kita sayangi, tapi teman…kita masih punya harga diri di depan Tuhan….
Teman…percayakah kalian kepada kata-kata ini ??
” Tuhan tidak akan menutup mata terhadap perbuatan yang tidak baik, yang dilakukan kepada kita. Dan perbuatan tidak baik sekecil apapun akan memperoleh balasannya dari Tuhan “
Teman, saya amat sangat percaya kepada hal itu. Amat sangat meyakininya dalam hati. Apalagi, pintu maaf kita yang saat ini belum terbuka untuk mereka. Pasti…saya yakin…suatu saat mereka akan memperoleh balasan. Balasan dari perbuatan mereka yang mengecewakan kita, membuat kita terpuruk dalam kesedihan, mengkhianati cinta kita, menyakiti perasaan kita. Percayalah Tuhan tidak akan menutup mata-Nya. Tuhan tidak pernah tidur !!!
Teman, yang hanya bisa kita lakukan bagi orang yang pernah kita sayangi dan kita cintai adalah mendoakannya. Semoga mereka tidak mengalami apa yang telah kita rasakan, Semoga mereka tidak mengalami sakit hati dan hancurnya perasaan yang kita alami saat ini. Kita cuman bisa berdoa, mereka dan keturunan-keturunannya jangan sampai merasakan semua yang kita rasakan dan kita alami ini. Karena, percuma…sakit hati dalam hati ini tidak akan pernah lekang oleh waktu..selamanya sampai ajal menjemput tubuh kita yang lelah ini….
Dan semoga Tuhan mengampuni mereka, meskipun pintu maaf kita belum terbuka seutuhnya…
So Friend…cheer Up…semua sudah ada yang mengaturnya… Mari kita taklukkan masa lalu kita, agar kita bisa mengendalikan masa depan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar