INFO PROFIL

Foto saya
JENTREK ROJOIMO WONOSOBO, jawa tengah indonesia, Indonesia
Ya Allah jadikan kami manusia yang bisa keluar dari belenggu “kemunafikan”. Bimbing kami untuk tidak mengoreksi orang lain sebelum diri ini terkoreksi ya Rabb. Jadikan kami manusia yang jujur dan tidak pernah membohongi diri sendiri apalagi orang lain. kepadaMulah kami berserah ya Allah, kepadaMulah kami bermohon karena tanpa kehendakMu kami tidak bisa berbuat apa-apa Affannur Jentrek rojoimo wonosobo . lahir13 Agustus 1989

Senin, 30 November 2015

KH. MUNIF DJAZULI

KH. MUNIF DJAZULI “Kiyai Nyentrik, Sederhana Dan Bersahaja”


20x25_F
 Meneladani seorang ulama tak akan ada habisnya. Selalu saja terselip uswah di setiap sudut kehidupannya. Sekecil apapun yang diperbuat, di balik itu semua akan ada hikmah yang dapat dipetik oleh umat. Dan mungkin itulah yang disinyalir dalam hadis Nabi, bahwa ulama adalah pewaris para Nabi. Bukan mewarisi harta, dirham dan dinar, tapi ilmu dan keteladanan.

Kiai yang Nyentrik
KH. Munif Djazuli adalah putra kelima KH. Djazuli Usman, pendiri pondok pesantren Al-Falah Ploso Kediri. Sosok kiai yang selalu terlihat berpenampilan nyentrik. Mungkin itu yang bisa digambarkan dari seorang KH. Munif Djazuli, yang juga sering diungkapkan oleh para tokoh. Dari cara berpakaian, mungkin banyak orang yang menilai bahwa KH. Munif selalu berpenampilan dengan pakaian-pakaian yang juga selalu mewah. Namun sejatinya, menurut Ning Eva, putri sulung KH. Munif Djazuli, beliau berpenampilan sedemikian itu bukanlah untuk bermewah-mewahan saja, tapi di balik itu, agar kita tidak sampai dikecilkan, diremehkan hanya karena persoalan penampilan saja. Sehingga segala yang beliau kenakan itu tak lain dan tak bukan adalah untuk ngajeni diri sendiri, agar dalam berdakwah di tengah masyarakat -apalagi masyarakat elit- maka kita akan tetap bisa berdakwah bukan sebagai peminta, tapi penyeru agama Allah yang mulia.
Kiai Munif, juga sosok yang sangat cerdas, menurut beberapa saksi, termasuk putra-putrinya, beliau itu menguasai banyak bahasa, mulai Arab, Inggris, Cina, Mandarin, Jepang, Prancis, Spanyol dan sebagaianya. Entah dari mana beliau belajar bahasa-bahasa dunia itu, padahal jika dirunut ke belakang riwayat pendidikan beliau, dulu sekolah rakyat (SR) saja beliau tidak lulus. Kecakapan beliau dengan menggunakan bahasa-bahasa –yang secara logika hanya bisa dilakukan oleh orang yang pernah mempelajarinya- membuat banyak kalangan menyebut bahwa Kiai Munif adalah sosok yang sangat santun dalam berbahasa, tak ayal beliau sering menjadi penengah di antara keluarganya, selalu bisa menyatukan, memberi jalan tengah yang bisa diterima oleh semuanya. Hal ini mengigatkan pada mendiang kakaknya, KH Chamim Djazuli, Gus Miek. Tak pernah diketahui riwayat pendidikannya, tapi sangat mumpuni dalam keilmuannya, baik ilmu agama maupun ilmu-ilmu lainnya.
Dalam berdakwah, beliau juga sangat nyentrik. Beliau tak pernah membeda-bedakan siapa saja. Semua jika memang membutuhkan untuk diarahkan, maka akan beliau beri arahan. Diceritakan dulu, pernah Prabowo, ketua umum partai Gerindra, sempat ingin sowan kepada Kiai Munif, tapi beliau memberi syarat, Prabowo harus datang sendiri tanpa pengawal, sebab kebiasaan para pejabat jika ke mana saja selalu diiringi pengawal. Kemudian Prabowo pun mengiyakan. Tibalah hari, Prabowo sowan pada kiai Munif. Memang Prabowo datang tanpa pengawal, namun Kiai Munif tidak bisa dibohongi, beliau tahu bahwa ternyata Prabowo tetap membawa pengawal, hanya saja dengan cara menyamar, ada pengawal yang menyamar tukang becak, pedagang dan sebagainya. Akhirnya Prabowo pun meminta maaf pada kiai Munif karena dia tidak menepati janjinya.
20x25_F
Sosok yang Sederhana
Mungkin banyak yang mengira, KH. Munif Djazuli, yang selalu berpenampilan stylist, pengampu pondok pesantren Queen Al-Falah yang begitu besar dan mewah adalah seorang hedonis. Namun asumsi itu tidaklah benar, karena ternyata beliau adalah sosok yang sangat sederhana. Bahkan menurut cucu KH Nurul Huda Djazuli, kakak KH MUnif Djazuli, Agus Nailil Author, KH Munif Djazuli itu tidak memiliki ndalem (rumah). Beliau dan ketiga belas putranya hanya tinggal dalam sebuah kamar yang letaknya di antara kamar-kamar para santri. Jadi bukan bentuk rumah yang beliau miliki untuk tempat tinggal, hanya kamar.
Hingga karena itu, Kiai Munif menjadi sosok yang lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kamar. Kamar yang selalu dalam keadaan gelap gulita, tanpa secercah cahaya. Mungkin dalam keadaan sunyi inilah beliau lebih bisa untuk bertafakur dan mendekat kapada Allah. Sungguh cermin kehidupan kiai besar yang jauh dari gemerlap dunia.
Dalam hidangan makanan, beliau juga sangat sederhana. Jangan dibayangkan di meja makan beliau tersaji berbagai menu makanan, yang ada hanya makanan-makanan sederhana, seadanya yang cukup untuk penyuplai gizi sebagai bekal ibadah saja. Dan beliau juga menerapkan hidup sederhana ini ketika menyambut para tamu besarnya. Pernah saat itu mantan gubernur Jatim Imam Utomo, dan wakil gubernur Jatim saat ini Gus Ipul datang sowan. Kiai Munif hanya menghidangkan sajian sederhana, makanan yang beliau beli di depan pondok. Ini tak lain adalah untuk memberikan teladan betapa hidup itu tidak perlu bermewah-mewahan, cukup apa yang cukup untuk bekal beribadah saja.
Kesederhanaan ini selalu beliau tanamkan pada putra-putrinya, melalui cermin kehidupan beliau sehari-hari. Bahkan sempat ada yang menawarkan pada beliau agar putra-putrinya dibangunkan sebuah rumah, tapi beliau hanya menjawab, “Biar, sudah saya pasrahkan kepada Allah.” Bukan karena tidak mampu untuk membangun rumah yang mewah. Bahkan andai ingin membangun istana beliau akan bisa. Namun beliau lebih memilih hidup sederhana. Dan mempersembahkan semua harta yang dimiliki hanya untuk umat saja. Bahkan sampai menutup mata, semua sawah, dan apa yang beliau miliki semua diberikan kepada orang lain.

Sosok Yang Bersahaja
Untuk mempersembahkan cinta kasih beliau terhadap sang Ibu, Nyai Radliyah, Kiai Munif –atas saran sang Ibu- mendirikan pondok pesantren Queen Al-Falah yang terletak di sebelah barat pondok pesantren induk Al-Falah. Nama Queen sendiri –menurut penuturan Kiai Munif-diambil dari potongan ayat “quu anfusakum wa ahliikum naroo”. Namun menurut Ning Eva, nama Queen yang artinya ratu itu, adalah untuk memuliakan para pemegang Al-Qur’an, memuliakan ibu, para wanita, menjadikannya ratu. Dan seiring perjalanan waktu, pondok pesantren Queen berkembang menjadi sebuah pesantren yang menampung santri yang ingin sekolah formal.
Betapa perhatian Kiai Munif terhadap keluarganya, para putra-putri, sangat luar biasa. Beliau bahkan sering menyuruh para mufattiys, atau semacam guru privat untuk mengajari putra-putri beliau. Dalam prinsip beliu, yang paling penting dalam hidup ini adalah adab, budi pekerti, tata karma. Ilmu atau kepandaian itu nomor sekian. Sehingga beliau sendiri selalu mencerminkan budi pekerti yang luhur dalam kesehariannya, sabar, teguh, tidak pernah mengeluh. Bahkan dalam kondisi kritis –ketika akan dibawa ke rumah sakit Dr. Soetomo Surabaya- dan kebetulan saat itu satu di antara beberapa keponakan yang mengantarkan lupa tidak memakai peci, dengan tegas beliau menegur “Wes bosen ta dadi santri?” sontak, semua pun takut, dan merasa untung bagi yang waktu itu memakai peci. Beliau benar-benar sangat memperhatikan bagaiamana etika seorang santri, terlebih keluarganya. Jangan sampai seorang santri melepaskan identitas kesantriannya.
Sungguh, telaga teladan yang tak akan habis jika kita meminumnya. Terus meneladani seorang kiai, untuk melanjutkan estafet pewaris para Nabi. 

In Memoriam KH Muntaha Al Hafidz

Bisa Hentikan Hujan Sekali Tepuk

  • In Memoriam KH Muntaha Al Hafidz

DIMAKAMKAN: Jenazah Mbah Mun diusung ke dalam mobil ambulans di halaman masjid Pondok Al Asyariyyah, untuk dibawa ke tempat pemakaman Desa Dero Duwur. Ribuan orang dan santri mengantar jenazah.(55i) - SM/Sudarman
PULUHAN ribu orang kemarin mengantar jenazah pengasuh Pondok Pesantren Al-Asy'ariyyah, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, KH Muntaha Al Hafidz. Sesuai dengan wasiatnya, Mbah Mun minta dimakamkan di Desa Nderoduwur, sekitar 8 km arah barat pondok pesantren yang dipimpinnya. Dia dimakamkan tepat di samping ayahnya, KH Asy'ari, yang telah wafat pada 18 Januari 1949. Di dekat makam itu juga terdapat bangunan pendidikan SMP Takhassus Alquran yang dirintisnya beberapa waktu lalu.
Tempat kiai dimakamkan adalah tempat yang tinggi, sebab dari situ bisa melihat langsung wilayah Kabupaten Wonosobo. Untuk mencapai lokasi itu, perjalanan naik-turun dengan jurang di kanan kiri.
Karena banyak pentakziah, jalan menuju rumah duka di Kalibeber menjadi macet total. Ribuan santri menangis histeris saat jenazah perlahan-lahan meninggalkan kompleks pondok.
Sepanjang jalan yang dilewati, masyarakat dengan sukarela menyediakan minuman berupa air putih dan air teh yang dibungkus plastik, ditambah makanan kecil hasil kebun mereka seperti ketela pohon, jagung, dan pisang. Karena dari pondok menuju makam jauh, minuman dan makanan itu pun habis dinikmati sambil berjalan. Di pemakaman, secara bergelombang sejak siang hingga sore hari masyarakat membaca tahlil dan Alquran.
Menurut salah seorang putra KH Muntaha, Ahmad Faqih Muntaha, Desa Nderoduwur dulu dipakai oleh ayah KH Muntaha, KH Asy'ari, untuk mengungsi dari gempuran Belanda saat Clash II.
Hentikan Hujan
Banyak keistimewaan atau karomah yang dimiliki Mbah Muntaha atau biasa disebut dengan Mbah Mun. Menurut kesaksian Wakil Bupati Wonosobo Drs H Kholiq Arif, misalnya pada acara haul atau khotmil quran, tiba-tiba turun hujan. Maka, dengan sekali tepuk saja dari tangan Mbah Mun, seketika hujan reda. Namun, setelah acara usai, hujan turun lagi sangat deras sampai dua hari berturut-turut. Di wilayah Kalibeber dan sekitarnya hampir setiap saat turun hujan.
''Kemampuan ini dibuktikan banyak orang. Insya Allah saya tidak mengada-ada,'' katanya. Suatu ketika Mbah Muntaha datang ke pemakaman ibunya, maka dia menyampaikan salam, ''Assalamu'alaikum''. Seketika itu orang lain menyaksikan, mayat-mayat di kuburan bangun berpakaian putih-putih dan menjawab ''Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh''.
Mbah Mun merupakan pencetus ide pembuatan Alquran raksasa. Tiga Alquran raksasa dari Wonosobo tersebut kini di Bait Alquran Masjid TMII, Bahrain (dibawa Menag Tarmizi Thaher), dan satunya lagi dibawa Gubernur DKI Sutiyoso.
''Banyak sekali keistimewaan Mbah Mun,'' tutur KH Habibullah Idris, salah seorang kepercayaan Kiai Muntaha.
Semasa hidupnya, menurut penuturan Kiai Habib, Mbah Mun memiliki resep agar badan tetap sehat. Kiai Habib mengungkapkan, jika melihat paspor, Mbah Mun lahir pada 1912, sehingga jika dihitung usianya hampir 93 tahun. Namun ada kemungkinan lebih dari itu mengingat kiai itu usianya unda-undi dengan ayah Mbah Habib yang lahir pada 1909.
Pernah suatu saat ketika Mbah Mun berada di luar negeri, tim medis dari negara setempat dibuat terheran-heran. Sebab, dalam usia yang sudah senja, seluruh organ tubuhnya masih normal.
Dokternya pun bertanya resepnya untuk tetap sehat. Ternyata, ada tiga hal yang selalu dilakukan Mbah Mun, agar kesehatan badannya tetap terjaga.
Pertama, read, yakni selalu membaca Alquran. Maka, kata Mbah Habib, tak heran jika dalam waktu kurang dari tujuh hari kiai sudah khatam Alquran 30 juz.
Selanjutnya olahraga, yang mengandung maksud rajin shalat malam dan give(loman atau suka menolong sesama). Ketiganya yang membuat panjang umur dan tetap sehat.
''Beliau selalu berpesan, sebagai kiai jangan meminta pada santri. Namun sebaliknya, kalau bisa malah memberi,'' kata Mbah Habib.
Perhatian kiai pada santri, kata dia, begitu besar. Ketika ada santrinya tidak kelihatan di pondok, akan ditanyakan. ''Pernah seorang santri asal Semarang yang tidak terlihat di pondok, juga dicari sampai rumahnya. Santri itu kaget begitu tahu ditengok oleh beliau (Mbah Mun).''
Ketika memberikan pelajaran, kata Mbah Habib, tidak selalu dengan membuka kitab. ''Yang sering dilakukan pada saya, dengan cara mengunjungi sejumlah tempat yang akan memberikan pelajaran berharga,'' kata Mbah Habib. (Setiawan HK, Agus FY, Sudarman-58t)

KH Muntaha Al-Hafiz, Wonosobo

KH Muntaha Al-Hafiz, Wonosobo
KH. Muntaha Alhafidz atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Mbah Mun adalah seorang ulama legendaris, dan Kharismatik. Beliau dijuluki sang Maestro Al-Qur'an. Dibawah kepemimpinan beliau inilah Al-Asy'ariyyah menemui kemajuan yang sangat pesat, dengan pertambahan santri yang menjadi ribuan dan juga pertambahan lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Al-Asy'ariyyah. Dan dengan satu karya yang sangat fenomenal yaitu Al-Qur'an Akbar (Al-Qur'an terbesar di dunia) yang kini disimpan di bait Al-Qur'an Taman Mini Indonesia Indah 
Nama lengkapnya adalah KH Muntaha al-Hafiz bin Asy`ari bin `Abdul Rahim bin Muntaha bin Muhammad adalah pengasuh dan penerus Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al-Asy`ariyyah. Beliau dilahirkan pada 9 Juli 1912 di desa Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah. Beliau memulai pengajian formal agamanya di Darul Ma'arif, Banjarnegara di bawah asuhan Syaikh Muhammad Fadhlullah As-Suhaimi yang masih terhitung kerabatnya. Setelah tamat di Darul Ma'arif, beliau meneruskan mondok di Pesantren Tahfidzul Quran Kaliwungu, Kendal di bawah asuhan K.H. Utsman sehingga berhasil menghafal al-Quran ketika berusia 16 tahun. Setelah itu, beliau mendalami ilmu qira'ah di Pesantren Krapyak di bawah asuhan K.H. M. Munawwir Al Muqri Alhafiz. Lalu beliau melanjutkan studinya di Pesantren Termas, Pacitan dengan mendalami ilmu hadits, fiqh dan tafsir di bawah asuhan Kiyai Dimyathi.

Dalam perjuangan mendapatkan kemerdekaan negara Indonesia, KH Muntaha Al-Hafiz tidak ketinggalan berjuang menjadi komandan BMT (Barisan Muslimin Temanggung) yang bertempur dengan penjajah Belanda di Palagan Ambarawa. Kiyai Muntaha Al-Hafiz juga terkenal sebagai seorang ulama multidimensi yang mempunyai berbagai ide yang cemerlang. Dalam dunia pendidikan KH Muntaha al-Hafiz merupakan teladan karena keberhasilannya mengembangkan pendidikan di bawah naungan Yayasan al-Asy'ariyyah. Yayasan tersebut saat ini menaungi berbagai lembaga pendidikan, antara lain : Taman Kanak-Kanak (TK) Hj. Maryam, Madrasah Diniyah Wustho, Madrasah Diniyah `Ulya, Sekolah Madrasah Salafiyah al-Asy'ariyyah, Tahfidzul Qur'an, SMP Takhasus Al-Quran, SMU Takhasus al-Quran, SMK Takhasus al-Quran, Universitas Sains al-Quran (UNSIQ), khusus untuk Perguruan Tinggi UNSIQ ini di bawah naungan Yayasan Pendidikan Ilmu-Ilmu al-Quran (YPIIQ). Selain mengatur soal pendidikan, beliau turut aktif menjalankan dakwah bahkan beliaulah yang membentuk Korps Dakwah Santri (KODASA). Korps ini merupakan wadah bagi aktivitas santri Pondok Pesantren Al-Asy'ariyyah dalam menyiarkan Islam, baik yang diperuntukkan bagi kalangan santri (sesama santri) dalam rangka meningkatkan kualitas diri, maupun kepada masyarakat banyak.
Dalam perjuangan memasyarakatkan al-Quran, KH Muntaha telah mendirikan Yayasan Himpunan Penghafal al-Quran sebagai wadah untuk menghimpunkan para hafiz dan hafizah. Kepada murid-muridnya, beliau anjurkan agar mengkhatam al-Quran seminggu sekali. Selain menghafal al-Quran, beliau turut mengarang sebuah tafsir al-Quran diberi judul "Tafsir al-Munthaha".
KH. Muntaha al-Hafiz menghembuskan nafasnya yang terakhir pada hari Rabu, 29 Desember 2004 dalam usia 92 tahun. Mudah-mudahan rahmat Allah senantiasa dilimpahkan kepada beliau, guru-guru beliau dan muslimin dan muslimat sekalian.

KH.Muntaha Al Hafidz


Gambar

KH.Muntaha Al Hafidz

kalibeber wonosobo
KH. Muntaha Alh atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Mbah Munt adalah seorang Ulama’ legendaries, dan Kharismatik. Beliau dijuluki sang Maestro Al-Qur’an. Dibawah kepemimpinan Beliau inilah Al-Asy’ariyyah menumui kemajuan yang sangat pesat, dengan pertambahan santri yang menjadi ribuan dan juga pertambahan lembaga-lembaga pendidikan dibawah naungan Yayasan Al-Asy’ariyyah. Dan dengan satu karya yang sangat fenomenal yaitu : Al-Qur’an Akbar (Al-Qur’an terbesar di Dunia) yang kini disimpan di bait Al-Qur’an Taman Mini Indonesia indah (TMII).
Beliau adalah sosok ulama’ yang juga pandai berpolitik, semasa masih muda beliau pernah menjadi anggota konstituante dari fraksi NU, tetapi beliau bukanlah politisi. Garis Politik beliau adalah mengutamakan kemaslahatan umat dari pada sekedar kepentingan/ambizi pribadi. Beliau juga seorang pejuang kemerdekaan, Beliau pernah ikut pertempuran di Palagan Ambarawa sebagai Komandan BMT (Barisan Muslim Temanggung). Mbah Munt adalah seorang Ulama’ yang serius dan kreatif, sederhana, pemurah, dan seorang pribadi yang berakhlakul karimah. Orang-orang menyebutnya berhati Segara (laut), hatinya bagai samudera luas dan seperti air, setinggi apapun tempatnya air mengalir kearah dan tempat yang lebih rendah.
Dalam perjuangan memasyarakatkan Al-Qur’an, beliau mendirikan Yayasan Himpunan Penghafal Al-Qur’an dan dan pengajian Al-Qur’an. (Jama’atul Qur’an wa Diraasat Al-Qur’an atau YJHQ) yang menghimpun para Hafidz-Hafidzah se-Kabupaten Wonosobo. Beliau sering menasihati murid-muridnya untuk menghataman Al-Qur’an minimal seminggu sekali. Beliau juga penyusun Tafsir Maudlu’I yang kini berjudul Tafsir Al-Muntaha.
Beliau adalah hamba Allah dalam arti yang sebenarnya. Dalam zuhud dan taqwa beliau telah sampai pada maqam ma’rifat, keyakinan hatinya begitu tinggi sehingga seluruh hidupnya penuh dengan ketaatan kepada Allah SWT. Jiwa dan makna ma’rifat beliau berbeda sekali dari sikap hidup para zahid yang menjauhi dunia. Sebaliknya Irfan atau daya ma’rifat Mbah Muntaha adalah irfan yang positif dan dinamis, yakni penuh perhatian dan pemahaman terhadap masalah-masalah di sekitarnya. Banyak wali yang hidup zuhud dan menjauhi dunia. Tetapi Beliau adalah wali yang Zahid dan membangun dunia.
Sejak pondok pesantren dipimpin oleh Al-Maghfurllah KH. Muntaha Alh, maka berbagai langkah inovativ dan pengembangan mulai dilakukan diberbagai aspek. Sehingga jika sekarang kita melihat perkembangan pesantren ini tida lain adalah karena jasa dan perjuangan beliau. Langkah pengembangan tersebut disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat. Pengembangan itu antara lain dalam masa-masa awalnya, pesantren pesantren yang lebih mnegkhususkan pada pengkajian dan hafalan Al-Qur’an masih tetap dipertahankan bahkan lebih dikembangkan lagi. Sehingga dalam waktu tidak lama jumlah santripun bertambah banyak.

Biografi KH. Muntaha al-Hafidz



Biografi KH. Muntaha al-Hafidz
(1912 - 2004)

 KH Muntaha adalah putra KH Asy‘ari bin KH Abdurrahim bin K. Muntaha bin K. Nida Muhammad. Ibunya bernama Hj. Syafinah. Beliau lahir pada 9 Juli 1912 di Kelurahan Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dan wafat pada hari Rabu, 29 Desember 2004 dalam usia 92 tahun. Sampai akhir hayatnya KH Muntaha pernah mempersunting lima orang istri, yaitu Ny. Hj. Saudah dari Wonokromo Wonosobo, Ny. Hj. Maryam dari Parakan Temanggung, Ny. Hj. Maijan Jariyah Tohari dari Kalibeber, Ny. Hj. Hinduniyah dari Kalibeber Mojotengah, dan Ny. Hj. Sahilah dari Munggang Mojotengah.
KH. Muntaha menuntaskan hafalan Al-Qur'an saat berumur 16 tahun di Pondok Pesantren Kauman, Kaliwungu, Kendal, di bawah asuhan KH. Utsman (Mertua KH. Asror Ridwan). Setelah selesai menghafal Al-Qur'an di Pesantren Kaliwungu beliau lalu memperdalam ilmu-ilmu Al-Qur'an di Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak asuhan KH. Munawwir ar-Rasyad. Selanjutnya KH. Muntaha berguru kepada KH. Dimyati di Termas, Pacitan, Jawa Timur.
 Alkisah, saat usia beliau masih belia, beliau berangkat menuntut ilmu ke Pesantren Kauman, Kaliwungu, Pesantren Krapyak, Jogja dan Pesantren Termas, Pacitan, beliau tempuh perjalanan dengan cara berjalan kaki. Melakukan riyadhah demi mencari ilmu semacam itu, dilakukannya dengan niatan ikhlas demi memperoleh keberkahan ilmu.
Di setiap melakukan perjalanan menuju Pesantren, KH. Muntaha selalu memanfaatkan waktu sambil mengkhatamkan bacaan al-Qur’an saat beristirahat untuk melepas lelah. Kisah ini menunjukkan betapa kemauan keras dan motivasi spiritual yang tinggi yang dimiliki beliau dalam mencari ilmu.
Dan pada tahun 1950 kembalilah beliau ke Kalibeber untuk melanjutkan estafet kepemimpinan ayahnya dalam mengasuh Pondok Pesantren al-Asy‘ariyyah. Berbagai ide KH. Muntaha terimplementasikan selama memimpin Pondok. Ide di bidang pendidikan tampak dengan munculnya berbagai unit pendidikan, antara lain Taman Kanak-kanak Hj. Maryam, Madrasah Diniyah Wustho, Madrasah Diniyah Ulya, Sekolah Madrasah Salafiyah al-Asy‘ariyyah, Tahfizdul Qur'an, SMP Takhassus Al-Qur'an, SMU Takhassus Al-Qur'an, SMK Takhassus Al-Qur'an, dan Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ). 
KH. Muntaha adalah penggagas ditulisnya Mushaf Al-Qur'an Akbar Wonosobo, yang dua di antaranya kini menjadi koleksi Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Ia juga membentuk “Tim Sembilan” untuk menyusun tafsir tematik yang diberi judul “Tafsir al-Muntaha”. Di bawah kepemimpinan Mbah Muntaha inilah, al-Asy'ariyyah berkembang pesat. Berbagai kemajuan signifikan terjadi masa ini. Dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, KH. Muntaha adalah pribadi yang bersahaja. Mbah Muntaha sangat sayang kepada keluarga, santri dan juga para tetangga, serta masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.
Pecinta Al-Qur’an Sepanjang Hayat 
Kecintaan KH. Muntaha terhadap Al-Qur’an sebenarnya berawal dari kecintaan ayahandanya, KH. Asy'ari terhadap Al-Qur’an. Dalam usia relatif muda yakni 16 tahun, KH. Muntaha telah menjadi seorang hafidz (orang yang hafal) Al-Qur’an. Sebenarnya gelar bagi penghafal al-Quran adalah al-Hamil tapi entah sejak kapan di Indonesia gelar bagi penghafal al-Quran adalah al-Hafidz. Wallahu A’lam
Hampir seluruh hidup Mbah Muntaha didedikasikan untuk mengamalkan dan mengajarkan nilai-nilai al-Quran kepada para santrinya dan juga pada masyarakat umumnya. Dalam kesehariannya, Mbah Muntaha selalu mengajar para santri yang menghafalkan Al-Qur’an. Para santri selalu tertib dan teratur satu per satu memberikan setoran hafalan kepada KH. Muntaha.
Sepanjang hidup Mbah Muntaha, Al-Qur’an senantiasa menjadi pegangan utama dalam mengambil berbagai keputusan, sekaligus menjadi media bermunajat kepada Allah swt. Mbah Muntaha tidak pernah mengisi waktu luang kecuali dengan Al-Qur’an.
Sering Kiai Muntaha membaca wirid atau membaca ulang hafalan Al-Qur’an di pagi hari seraya berjemur di serambi rumahnya. Menurutnya, wirid dan dzikir yang paling utama adalah membaca Al-Qur’an. Itulah sebabnya, KH. Muntaha selalu menasehati para santrinya untuk mengkhatamkan Al-Qur’an paling tidak seminggu sekali.
Kecintaan KH. Muntaha terhadap Al-Qur’an juga diwujudkan melalui pengkajian tafsir Al-Qur’an, dengan menulis tafsir maudhu'i atau tafsir tematik yang dikerjakan oleh sebuah tim yang diberi nama Tim Sembilan yang terdiri dari sembilan orang ustadz di Pondok Pesantren al-Asy'ariyyah dan para dosen di Institut Ilmu al-Quran (sekarang UNSIQ) Wonosobo. Gagasan KH. Muntaha tentang penulisan tafsir ini mengandung maksud untuk menyebarkan nilai-nilai al-Qur’an kepada masyarakat luas.
Dan puncak realisasi kecintaan KH. Muntaha terhadap Al-Qur’an ditunjukkan dengan perealisasian idenya tentang penulisan Mushhaf Al-Quran dalam ukuran raksasa yang sering disebut dengan Al-Quran Akbar 30 juz.  
Al-Qur’an akbar itu ditulis oleh dua santri beliau yang juga mahasiswa IIQ yaitu H. Hayatuddin dari Grobogan dan H. Abdul Malik dari Yogyakarta. Ketika penulisan Al-Qur’an akbar yang kertasnya merupakan bantuan dari Menteri Penerangan (H. Harmoko di kala itu) itu selesai, Al-Qur’an itu pun diserahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk kemudian di Istana Negara.
KH. Muntaha melihat banyak orang Islam telah meninggalkan Al-Qur’an, atau bahkan sama sekali tidak mau membaca Al-Qur’an, sehingga Mbah Muntaha tidak henti-hentinya menasehati anggota Hufadz wa Dirasatal Quran (JHQ) untuk senantiasa memasyarakatkan Al-Qur’an. Dakwah serupa juga selalu Mbah Muntaha sampaikan saat beliau berkunjung ke berbagai belahan dunia seperti Turki, Yordania, Mesir dan lain sebagainya.
Dari hal-hal yang sudah disebutkan, menjadi jelas bahwa sosok dan pribadi KH. Muntaha al-Hafidz adalah sosok yang sangat mencintai Al-Qur’an secara fisik maupun batin. Seluruh hidupnya diperuntukkan untuk berdakwah menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an ke masyarakat.
Kecintaan KH. Muntaha al-Hafidz terhadap Al-Qur’an tak dapat diragukan lagi. Hampir seluruh usianya dihabiskan untuk menyebarkan dan menghidupkan Alquran. Seperti yang dikutip dari situ resmi NU, ia pernah menggagas hal fenomenal, yakni membuat mushaf al-Quran Akbar (raksasa) dengan tinggi dua meter, lebar tiga meter dan berat satu kuintal lebih. Sebuah karya mahaagung yang sempat dikala itu diusulkan masuk ke Guiness Book Of Record.
Sanad tahfidz beliau yaitu: KH. Muntaha dari KH. Utsman Kaliwungu/KH. Munawwir Krapyak/KH. Muhammad Dimyati Termas, dari Abdul Karim bin Abdul Badri, dari Isma‘il Basyatie, dari Ahmad ar-Rasyidi, dari Mustafa bin Abdurrahman, dari Syekh Hijazi, dari Ali bin Sulaiman al-Mansuri, dari Sultan al-Muzani, dari Saifuddin Ata'illah al-Fudali, dari Syahadah al-Yamani, dari Nasruddin at-Tablawi, dari Imam Abi Yahya Zakariya al-Mansur, dari Imam Ahmad as-Suyuti, dari Abu al-Khair Muhammad bin Muhammad ad-Dimasyqi al-Mansur bin al-Hizrami, dari Abu Abdullah Muhammad bin Abdul-Khaliq, dari Abu al-Hasan Ali bin Suja‘ bin Salim bin Ali bin Musa al-Abbasi, dari Abu al-Qasim asy-Syatibi as-Syafi‘i, dari Abu Hasan Ali bin Muhammad bin Huzail, dari Abu Dawud Sulaiman Ibnu Majah al-Andalusi, dari Abu Umar Utsman Sa‘id ad-Dani, dari Abu al-Hasan Tahir, dari Abu al-Abbas Ahmad bin Sahl bin al-Fairuzani al-Asynani, dari Abu Muhammad Ubaid bin Asibah bin Sahib al-Kufi, dari Abu Umar Hafs bin Sulaiman bin al-Mugirah al-Asadi al-Kufi, dari Asim bin Abi Najud al-Kufi, dari Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Habib Ibnu Rabi‘ah as-Salam, dari Utsman bin Affan/Ali bin Abi Talib/Zaid bin Sabit/Abdullah bin Mas‘ud/Abu Bakar/Umar bin al-Khattab, dari Rasulullah saw., dari Allah swt. melalui perantara Jibril as.
Banyak Santri-santri KH. Muntaha yang menjadi tokoh/Ulama di daerahnya masing-masing, diantaranya yaitu:  KH. Mufid Mas‘ud (PP Sunan Pandanaran, Yogyakarta), KH. Umar Bantul, KH. Syakur Brebes, KH. Sholihin Pekalongan, KH. Musta‘in Malang, KH Luthfi Cilacap, KH. Nidhomuddin Asror Kendal, KH. Hubullah Cirebon, KH. Abdul Halim Wonosobo, KH. Ahmad Ngisom Banjarnegara, dan KH. Yasin Pati.
Setelah mengabdi dan mengamalkan ilmunya selama puluhan tahun kepada umat, akhirnya beliau dipanggil untuk menghadap-Nya, kembali kepada Tuhan yang menciptakannya, Allah swt. Tepatnya pada hari Rabu Tanggal 29 Desember 2004. Beliau dimakamkan di dekat makam ayahnya (KH. Asy'ari) yaitu di bukit Ndero. Mudah-mudahan Allah swt. menempatkan beliau pada tempat yang mulia yaitu tempatnya orang-orang yang shaleh yang berada di dekat-Nya. Amiin Ya Rabbal 'Alamin...
PPTQ Al-Asy'ariyyah

Kamis, 26 November 2015

TAUBATNYA PENJAHAT Berkah Bacaan Shalawat

TAUBATNYA PENJAHAT Berkah Bacaan Shalawat
Seorang yang sangat zuhud bernama Syeikh Abdul Wahid bin Zaid berkisah sebagai berikut :
Seorang tetangga
kami, bekerja sebagai pegawai negeri dan sangat jahat ketika hidupnya di dunia, dan melakukan maksiat dan suka menakut-nakuti orang.
Pada suatu malam, saya melihat di dalam tidur bahwa tangan tetangga saya tersebut memegang tangan Rosululloh SAW. Saya bertanya kpd Rosululloh SAW :
“Wahai Rosululloh, seseungguhnya org ini sangat terkenal sebagai penjahat di muka Bumi, bagaimana ceritanya engkau sangat menaruh tanganmu memegang tangannya ? “ Rosululloh SAW bersabda :
“ Saya mengetahui apa yang engkau katakan tersebut. Oleh karena itu, saya datang untuk memberikan SYAFAATku kepadanya. ”
Kemudian saya bertanya kepada Rosululloh SAW :
“ Wahai Rosul, apakah kelebihan tetangga kami itu, sehingga engkau memberikan syafaatnya ? ”
Rosululloh SAW menjawab :
“ Tetanggamu itu banyak membaca SHOLAWAT kepadaku. Pada tiap malam ketika dia hendak tidur, dia selalu membaca sholawat 1000 kali ( seribu kali ), sehingga aku mohon kepada Alloh SWT mudah-mudahan syafaatku ini diterima disisi-Nya, agar tetanggamu ini bertaubat kpd-Nya.”
Berkata Syeikh Abdul Wahid ( shohibul hikayat ) :
“ Di pagi hari saya mengajar di Masjid
sebagaimana biasanya, tiba-tiba datang tetangga itu, disaat saya sedang menceritakan apa yang saya lihat di dalam tidur ( mimpi ), dia masuk dan mengucapkan salam sambil menangis, lalu dia berkata :
“ Wahai Syeikh Abdul wahid, izinkanlah aku menjabat tanganmu, karena Rosululloh SAW mengutusku kepadamu, agar aku bertaubat di hadapanmu, dan disaksikan oleh murid-muridmu di Masjid ini. ”
Syekh Abdul
Wahid telah berjabat tangan dengan tetangganya yang telah menyesali segala perbuatannya selama hidupnya tersebut. Ia berjanji tidak akan mengulanginya kembali perbuatan jahatnya tersebut.”
Subhanalloh…… Setelah itu, Syeikh Abdul Wahid bertanya kpd tetangganya tsb : “ Apakah yang menyebabkan engkau bertaubat, wahai saudaraku…?” Tetangganya
menjawab :
“ Rosululloh SAW telah
datang kepadaku di dalam tidurku, dan beliau meneceritakan kepadaku tentang Tanya jawab yang antara engkau dengan beliau, kemudian Rosululloh memegang tanganku dan bersabda:
“ Aku datang kepadamu untuk memberikan syafaat Alloh atas segala dosamu, adalah semata-mata karena engkau banyak membaca Sholawat atasku. ” “ Setelah itu beliau bertitah kepadaku, agar di pagi hari aku datang kepadamu, Wahai Syaikh….Untuk mengumumkan kepada khalayak ramai bahwa aku telah bertaubat yang sebenar-benarnya…..”
Demikianlah keberkahan membaca Sholawat atas Rosululloh SAW, ternyata tdk sia-sia bagi setiap lisan yang selalu di basahi dengan sholawat.
Kisah diatas sebagai bukti nyata Syafaat Rosululloh SAW, bahwa pembacaan sholawat dapat mengugurkan dosa-dosa yang pernah terlanjur dikerjakan oleh seseorang. Sebagaimana diterangkan dalam Hadits :
“ Diriwayatkan dari Abu Bakar As Shiddiq : belaiu berkata, bahwa sholawat kepada Nabi SAW lebih cepat menghapus dosa dari pada air dingin memdamkan api dan lebih utama dari pada memerdekakan hamba sahaya ”
( dari Kitab Bustanul Wa Idzin )
SHOLAWAT YANG DITERIMA
Di kisahkan bahwa Amir Madinah bershalawat Kepada Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam sebanyak 4000 kali tiap hari tanpa sepengetahuan siapapun, kecuali Allah.
Suatu malam ada seorang wanita miskin melahirkan anak. Ia begitu miskin hingga tak mampu membeli lampu maupun minyak bayi. Hal ini membuat suaminya sangat sedih. Dalam kesedihannya itu, ia tertidur dan bermimpi bertemu Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
“Pergi dan temuilah Amir Madinah. Katakan bahwa Nabi memerintahkannya untuk menanggung biaya sebesar 100 dinar. Tanda kebenaran berita ini adalah bacaan shalawatnya di depan jendela kuburku sebanyak 4000 kali tiap hari,” perintah Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam dalam mimpi.
Lelaki itu lalu menemui seorang Syeikh dan menceritakan mimpinya. Mereka lalu sepakat untuk pergi ke rumah Sang Amir Madinah. Setelah keduanya duduk di hadapan Amir Madinah, Sang Syeikh berkata, “Lelaki ini bermimpi tentangmu, dengarkanlah ceritanya.” “Ceritakanlah mimpimu,” kata Amir Madinah.
Lelaki miskin itu kemudian menceritakan mimpinya.
“Mimpi mu benar. Aku bersedia menanggung biaya yang di tetapkan Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam,” kata Amir Madinah.
Ia lalu bangkit mengambil 100 dinar, “Ini biaya yang harus ku tanggung.”
Ia kemudian memberikan 100 dinar lagi, “Ini Hadiah untuk kabar gembira yang kau bawa, yaitu di terimanya shalawatku oleh Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam.”
Ia menyerahkan 100 dinar lagi. “Ambillah ini, belanjakanlah untuk keperluan keluargamu dan bayi yang baru lahir,” kata sang Amir.
Perhatikanlah keikhlasan Amir Madinah dalam beribadah. Ia bershalawat kepada Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam merasa senang dan memberinya kabar gembila di dunia.
Sedangkan kita, mengapa jika kita bershalawat atau bersedekah tidak melihat tanda-tanda pengabulan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. MENGAPA?
Aku tidak melihat sebab lain, kecuali tebalnya hijab, karena kita melakukan hal – hal yang tidak pantas. Yaitu hal – hal yang menjauhkan kita dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala…
Sumber Buku Kisah dan Hikmah Dalam Kalam Habib Muhammad Bin Hadi Asseqaf

Keajaiban Sholawat dan Ibadah Sunnah

Keajaiban Sholawat dan Ibadah Sunnah

Benarkah Shalawat dan Ibadah Sunnah dapat mempercepat datangnya rejeki? Dari beberapa firman Allah dan Hadits memang disebutkan demikian, masa kita masih meragukannya? Sungguh, bagi Allah, tidak ada sesuatu yang mustahil, karena apa yang ada bumi dan seisinya berada dalam kekuasaan_Nya.
"Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan." (QS 3.Ali 'Imran:109)



Jika sudah yakin semuanya milik Allah, tentunya kita malu banget apabila tidak melibatkan_Nya dalam setiap urusan, misalnya ketika menginginkan rejeki (jabatan, uang, istri, harta, anak, dan lain sebagainya) atau ingin hajat terkabul dengan sukses. Semua orang pastilah ingin diberikan kelancaran rezeki dan dikabulkan semua hajatnya. Namun sayangnya, ada rezeki dan hajat yang bisa diwujudkan dengan mudah, adapula yang membutuhkan proses yang lama.
Menyadari hal itu, islam mengajarkan cara yang indah untuk mempercepat datangnya rezeki dan mengabulkan hajat kita loh. Ingin tahu, ibadah apa saja yang bisa mempercepat datangnya rezeki dan hajat kita? Simak penjelasannya berikut :
•    Shalawat
Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali shalawat, maka Allah akan membalas sepuluh kali shalawat dan mengangkatnya sepuluh derajat. (HR. Bukhari)
•    Shalat sunnah hajat
“Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat,” (HR Ahmad).
•    Shalat sunnah tahajjud
 “Sesungguhnya di malam hari , ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim)
•    Shalat sunnah duha
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)
•    Istighfar
Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya, jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka.” (HR. Abu Daud)
•    Dzikir asmaul husna
“Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalah-artikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs. al A’raaf [7]: 180).
Selain ibadah diatas, ternyata masih banyak amalan lain yang mempercepat datangnya rejeki, diantaranya : silaturrahmi, sedekah, membaca surat Al Waqiáh, jujur dan amanah, taqwa dan tawakkal kepada Allah.
Nah, saya sendiri memiliki kisah nyata Keajaiban Shalawat dan Ibadah Sunnah loh. Simak kisah lengkapnya yaa…..
Tahun 2010 lalu, saya dan suami merancang mimpi untuk bisa membeli tanah bakal rumah kami dan anak-anak (maklum selama 7 tahun, kami masih tinggal di rumah mertua). Cita-cita kami sich, pengen bangun rumah sederhana saja yang penting nyaman. Pada saat bersamaan, adik suami yang juga sudah menikah mengabarkan berita gembira pada ortunya alias mertuaku bahwa dia diberi sumbangan sama mertuanya buat beli tanah.
Kami baru rencana, eh udah mau disalip sama adik heuh heuh….melas banget nih (begitu pikirku dulu). Beberapa hari lamanya, adik dan istrinya hunting tanah yang pas. Setelah menemukan informasi, melihat dan menyesuaikan dengan budget, akhirnya pilihan jatuh pada tanah yang berlokasi di dekat RSUD Sidoarjo. Namun, karena adik pengen langsung mbangun rumah, jadi dia mikir dua kali, takutnya dana buat bangun rumah malah tidak cukup.
Waktu itu, aku dan suami menawarkan buat beli tanah tersebut paruhan (patungan). Jadi, sisa uangnya bisa buat tambahan bangun rumah. Orang tua dan adik sudah setuju dengan ide kami, sayangnya adik ipar tidak mau kalau dapat tanahnya hanya separuh. (yach… gagal dech impian buat beli tanah, pikirku)
Ya sudah, setelah memutuskan batal beli tanah dekat RSUD itu, adikpun hunting tanah di tempat lain. Sedangkan kami
berdua hanya bisa membatin dan berdoa, “Ya Allah, kapan ya aku bisa beli tanah seluas itu sendiri?”
Setiapkali berbincang dengan suami, kami tak hentinya berharap tanah tersebut bisa jadi calon rumah kami. Bahkan saking ngebetnya, setiapkali lewat tanah tersebut, kamipun membacakan “Shalawat” seraya berdoa,”Ya Allah, semoga kami berkesempatan memiliki tanah tersebut”. Bukan hanya sehari dua hari loh, tapi hampir setahun lamanya. Tapi bukan itu saja tentunya, setiap hari kami berusaha istiqamah mendirikan shalat sunnah. (pokoknya berusaha banget)
Harapan kami hampir pupus berkali-kali, ketika terdengar selentingan kalau tanah tersebut hendak dibeli tetangga kami seorang dokter (yang akhirnya gagal karena si empunya rumah gagal datang), pasangan muda (batal juga karena gagal cari pasangan duet beli tanah), dan yang terakhir pelayar (nggak tahu, apa alasannya tapi akhirnya batal juga). Yach, kalau sudah rejeki, takkan kemana dah, begitu pikir kami saat itu.
Ketika kesempatan itu datang lagi, dan kami sudah bersiap-siap membeli tanah tersebut. Tiba-tiba, Allah kasih kehamilan anak keempat. (duh, mana nggak ada konfirmasi lagi, jadinya kami kan kurang siap he he he *peace). Gimana mau siap, anak ketiga baru berusia 1,7 bulan dan masih menyusui lagi. Hamil, artinya kami harus mengeluarkan biaya persalinan, aqiqah, dan kebutuhan dua batita secara bersamaan. Ya, sudahlah.. akhirnya kami sepakat mengubur impian buat memiliki tanah tersebut. (pikiran kami sungguh tidak mampu menjangkaunya lagi). Tapi meski impian sudah terkubur, kami tak berhenti berdoa, loh. (pokoknya teteup semangat!)
Hasilnya, sungguh diluar dugaan. Lagi-lagi kami harus mengucap syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT. Setelah sembilan bulan kehamilan berlalu dengan sukses, persalinan berjalan lancar, dan aqiqahpun berhasil kami gelar sebagai wujud syukur atas kelahiran bayi perempuan yang begitu kami rindukan (rejeki tak terhingga setelah anak perempuanku diambil oleh_Nya). Ternyata Allah tak hentinya mendatangkan kebahagiaan untuk kami.
Si empunya rumah yang asli orang Malang silaturrahmi ke Sidoarjo dan menemui suamiku. Ah, entah bagaimana ceritanya, hingga tuh orang bisa mendengar niat kami membeli tanah tersebut. Awalnya tanah tersebut ditawarkan saudara si empunya rumah dengan harga sekian juta, tapi setelah si empunya datang, dia menawarkan harga sesuai dengan ukuran per meternya. Dan subhanallah lagi, harga tanah yang harus kami bayarkan menjadi lebih murah dari yang ditawarkan. Bahagianya lagi, ternyata uang yang kami miliki jumlahnya sangat PAS dengan harga tersebut.




                                              Proses pembuatan rumah hingga hampir jadi
Jika demikian kenyataannya, masihkah tidak percaya pada Keajaiban Shalawat dan Ibadah Sunnah? Allah Maha Pemberi Rezeki bagi hamba_Nya yang selalu bersyukur atas nikmat_Nya. Sudah mendapatkan rejeki anak perempuan yang cantik, bisa beli tanah luas dengan harga murah lagi. Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?

ETIKA BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN



MAKALAH KEWIRAUSAHAAN
ETIKA BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN

  DAFTAR ISI

i. Daftar Isi....................................................................................................................ii
ii. Kata Pengantar....................................................................................................................iii

BAB I
iii. Pendahuluan.......................................................................................................................iv
iv. Rumusan Masalah..............................................................................................................iv
v. Tujuan Penulisan.................................................................................................................iv

BAB II
vi. Pembahasan......................................................................................................................1-9

BAB III
vii. Simpulan..........................................................................................................................10
viii. Daftar Pustaka.................................................................................................................11







KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami ucapkan kepada Tuhan YME,  karena dengan limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga kami dapat membuat dan menyelesaikan makalah pembanding tentang Etika Bisnis dan Kewirausahaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, guna memenuhi tugas mata kuliah KWU.
Dalam penyusunan makalah ini, banyak sekali pihak yang telah membantu. Untuk itu tidak lupa penyusun menyampaikan terima kasih kepada :
1.      Ibu/Bapak dosen mata kuliah KWU yang telah memberikan pengarahan dalam penyusunan dalam laporan ini.
2.      Teman-teman dan semua pihak yang ikut serta dalam pembuatan makalah ini.
Kami selaku penyusun sangat menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kami mengharap kritik dan saran yang bersifat konstruktif. Kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kelangsungan proses belajar mengajar dikelas khususnya.






Malang, 16 Oktober 2012


Penulis



BAB I
PENDAHULUAN
Salah satu aspek yang sangat populer dan perlu mendapat perhatian dalam dunia bisnis ini adalah norma dan etika bisnis. Etika bisnis selain dapat menjamin kepercayaan dan loyalitas dari semua unsur yang berpengaruh pada perusahaan, juga sangat menentukan maju / mundurnya suatu perusahaan.
RUMUSAN MASALAH
1.      Menjelaskan norma dan etika bisnis
2.      Menyebutkan prinsip – prinsip etika dan perilaku bisnis
3.      Memahami tata cara mempertahankan standar etika bisnis
4.      Memahami macam – macam tanggung jawab perusahaan terhadap pemilik kepentingan

TUJUAN PENULISAN

1.  Untuk memenuhi tugas kelompok Kewirausahaan dan Manajemen Inovasi.
      2.  Untuk dijadikan bahan dalam kegiatan diskusi
      3.  Untuk mengetahui pentingnya etika didalam berbisnis dan kewirausahaan.

ETIKA BISNIS dan KEWIRAUSAHAAN
Norma dan Etika Bisnis
Menurut Zimmerer (1996:20), etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai – nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan.
Menurut Ronald J. Ebert dan Ricky M. Griffin (200:80), etika bisnis adalah istilah yang sering digunakan untuk menunjukkan perilaku dari etika seseorang manajer atau karyawan suatu organisasi.
Semua keputusan perusahaan sangat memengaruhi dan dipengaruhi oleh pemilik kepentingan. Pemilik kepentingan adalah semua individu atau kelompok yang berkepentingan dan berpengaruh terhadap keputusan perusahaan. Ada dua jenis pemilik kepentingan yang berpengaruh terhadap perusahaan yaitu pemilik kepentingan internal dan eksternal.
Pemilik kepentingan eksternal meliputi :
1.      Investor
2.      Karyawan
3.      Manajemen
4.      Pimpinan
Pemilik kepentingan internal meliputi :
1.      Pelanggan
2.      Asosiasi dagang
3.      Kreditor
4.      Pemasok
5.      Pemerintah
6.      Masyarakat umum
7.      Kelompok khusus yang berkepentingan terhadap perusahaan 
Menurut Zimmerer (1996:21) yang termasuk kelompok pemilik kepentingan yang memengaruhi keputusan bisnis adalah :
1.      Para pengusaha dan mitra usaha
Selain merupakan pesaing, para pengusaha juga merupakan mitra. Sebagai mitra, para pengusaha merupakan relasi usaha yang dapat bekerja sama dalam menyediakan informasi atau sumber peluang. Misalnya akses pasar, bahan baku, dan sumber daya lainnya. Bahkan mitra usaha dapat berperan sebagai pemasok, produsen, dan pemasar. Loyalitas mitra usaha akan sangat bergantung pada kepuasan yang mereka terima  ( bagian dari kepuasan pemilik kepentingan ) perusahaan.
2.      Petani dan perusahaan pemasok bahan baku
Petani dan perusahaan berperan dalam menyediakan bahan baku. Pasokan bahan baku yang kurang bermutu dan lambat dapat memengaruhi kinerja perusahaan. Oleh karena itu perusahaan dan petani yang memasok bahan baku merupakan faktor yang langsung memengaruhi keputusan bisnis. Keputusan dalam menentukan kualitas barang dan jasa sangat bergantung pada pemasok bahan baku.
3.      Organisasi pekerja yang mewakili pekerja
Organisasi atau serikat pekerja dapat memengaruhi keputusan melalui proses tawar menawar secara kolektif. Tawar menawar tingkat upah, jaminan sosial, kesehatan, kompensasi, dan jaminan hari tua sangat berpengaruh langsung terhadap pengambilan keputusan. Perusahaan yang tidak melibatkan organisasi pekerja dalam mengambil keputusan sering menimbulkan protes – protes yang mengganggu jalannya perusahaan. Ketidakloyalan para pekerja dan protes buruh adalah akibat dari ketidakpuasan mereka terhadap keputusan yang diambil perusahaan.
4.      Pemerintah yang mengatur kelancaran aktivitas usaha
Pemerintah dapat mengatur kelancaran aktivitas usaha melalui serangkaian kebijaksanaan yang dibuatnya. Peraturan dan perundang – undangan pemerintah sangat berpengaruh terhadap iklim usaha. Undang – undang monopoli, hak paten, hak cipta, dan peraturan yang melindungi dan mengatur jalannya usaha sangat besar pengaruhnya terhadap dunia usaha.
5.      Bank penyandang dana perusahaan
Bank selain fungsinya sebagai jantung perekonomian secara makro, juga berfungsi sebagai lembaga yang dapat menyediakan dana perusahaan. Neraca – neraca perbankan yang kurang likuid dapat memengaruhi neraca – neraca perusahaan yang tidak  likuid. Sebaliknya, Neraca – neraca perusahaan yang kurang likuid dapat memengaruhi keputusan bank dalam menyediakan dana bagi perusahaan. Bunga kredit bank dan pesyaratan yang dibuat bank penyandang dana sangat besar pengaruhnya terhadap keputusan yang diambil dalam bisnis.
6.      Investor penanaman modal
Investor penyandang dana dapat memengaruhi perusahaan melalui serangkaian persyaratan yang diajukannya. Persyaratan tersebut akan mengikat dan sangat besar pengaruhnya dalam pengambilan keputusan. Misalnya seperti standar tenaka kerja, bahan baku, produk, dan aturan lainnya. Jadi loyalitas investor sangat bergantung pada tingkat kepuasan mereka atas hasil modal yang ditanamkan.
7.      Masyarakat umum yang dilayani
Masyarakat umum yang dilayani dapat memengaruhi keputusan bisnis. Mereka akan menanggapi dan memberikan informasi tentang bisnis. Mereka juga merupakan konsumen yang akan menentukan keputusan – keputusan perusahaan, baik dalam menentukan produk barang dan jasa yang dihasilkan maupun teknik produksi yang digunakan. Tanggapan terhadap operasi perusahaan, kualitas, harga, dan jumlah barang serta layanan perusahaan memengaruhi keputusan – keputusan perusahaan.
8.      Pelanggan yang membeli produk
Pelanggan yang membeli produk secara langsung dapat memengaruhi keputusan bisnis. Barang dan jasa yang akan dihasilkan, jumlah, dan teknologi yang diperlukan sangat ditentukan oleh pelanggan dan memegnaruhi keputusan – keputusan bisnis.
Selain kelompok – kelompok tersebut di atas, beberapa kelompok lain yang berperan dalam perusahaan adalah para pemilik kepentingan kunci seperti manajer, direktur, dan kelompok khusus. Semua kelompok kepentingan baik secara internal maupun eksternal oleh zimmerer ditunjukkan pada gambar
Selain etikadan perilaku yang tidak kalah penting adalah norma etika. Menurut Zimmerer (1996:22) ada tiga tingkatan norma etika :
1.      Hukum, berlaku bagi masyarakat secara umum yang mengatur perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Hukum hanya mengatur standar perilaku minimum.
2.      Kebijakan dan prosedur organisasi, memberi arahan khusus bagi setiap orang dalam organisasi dalam mengambil keputusan sehari – hari. Para karyawan akan bekerja sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan.
3.      Moral sikap mental individual, sangat penting untuk menghadapi suatu keputusan yang tidak diatur oleh aturan formal. Nilai moral dn sikap mental individual biasanya berasal dari keluarga, agama, dan sekolah. Sebagian lain yang menentukan etika perilaku adalah pendidikan, pelatihan, dan pengalaman. Kebijakan dan aturan perusahaan sangat penting terutama untuk membantu, mengurangi, dan mempertinggi pemahaman karyawan tentang etika perilaku.
Menurut Zimmerer (1996), kerangka kerja etika dapat dikembangkan melalui tiga tahap :
1.      Mengakui dimensi – dimensi etika yang ada sebagai suatu alternatif atau keputusan. Artinya, sebelum wirausaha menginformasikan suatu keputusan etika yang dibuat, terlebih dahulu ia harus mengakui etika yang ada.
2.      Mengidentifikasi pemilik kepentingan kunci yang terlibat dalam pengambilan keputusan. Setiap keputusan bisnis akan memengaruhi dan dipengaruhi oleh berbagai pemilik kepentingan.
3.      Membuat pilihan alternatif dan membedakan antara tanggapan etika dan bukan etika. Ketika akan membuat pilihan alternatif tanggapan etika dan bukan etika serta mengevaluasi dampak positif dan negatifnya, manajer akan menemukan beberapa hal berikut :
a.       Prinsip – prinsi dan etika perilaku
b.      Hak hak moral
c.       Keadilan
d.      Konsekuensi dan hasil
e.       Pembenaran publik
f.       Intuisi dan pengertian / wawasan.
4.      Memilih tanggapan etika yang terbaik dan mengimplementaasikannya. Pilihan tersebut harus konsisten dengan tujuan, budaya, dan sistem nilai perusahaan serta keputusan individu. Oleh karena itu ada tiga tipe manajer dilihat dari sudut etikanya :
1.      Manajemen Tidak Bermoral. Manajemen tidak bermoral didorong oleh kepentingan dirinya sendiri, demi keuntungan sendiri atau perusahaan. Kekuatan yang menggerakan manajemen immoral adalah kerakusan/ketamakan yaitu berupa prestasi organisasi atau keberhasilan personal.
2.      Manajemen Amoral.  Tujuan utamanya adalah laba, akan tetapi tindakannya berbeda dengan manajemen immoral. Yang membedakannya yaitu mereka tidak dengan sengaja melanggar hukum atau norma etika. Yang terjadi pada manajemen amoral adalah bebas kendali dalam pengambilan keputusan, artinya mereka tidak mempertimbangkan etika dalam mengambil keputusan.
3.      Manajemen bermoral. Bertujuan untuk meraih keberhasilan, tetapi menggunakan aspek legal dan prinsip – prinsip etika. Filosofi manajer bermoral selalu melihat hukum sebagai standar minimum untuk beretika dalam perilaku.

Prinsip – prinsip Etika dan Perilaku Bisnis
Menurut pendapat Michael josephson (1998) yang dikutip oleh zimmerer (1996: 27 – 28), secara universal, ada 10 prinsip etika yang mengarahkan perilaku, yaitu:
1.      Kejujuran, yaitu penuh kepercayaan, bersifat jujur, sungguh – sungguh, terus terang, tidak curang, tidak mencuri, tidak menggelapkan, tidak berbohong.
2.      Integritas, yaitu memegang prinsip melakukan kegiatan yang terhormat, tulus hai, berani dan penuh pendirian/keyakinan, tidak bermuka dua, tidak berbuat jahat, dan dapat dipercaya.
3.      Memelihara janji, yaitu selalu menaati janji, patut dipercaya, penuh komitmen, patuh, tidak menginteprestasikan persetujuan dalam bentuk teknikal atau legalistic dengan dalih ketidakrelaan.
4.      Kesetiaan, yaitu hormat dan loyal kepada keluarga, teman, karyawan, dan Negara, tidak menggunakan atau memperlihatkan informasi rahasia, begitu juga dalam suatu konteks professional, menjaga/melindungi kemampuan untuk membuat keputusan professional yang bebas dan teliti, dan menghindari hal yang tidak pantas serta konflik kepentngan.
5.      Kewajaran/ keadilan, yaitu berlaku adil dan berbudi luhur, bersedia mengakui kesalahan, memperlihatkan komitmen keadilan, persamaan perlakuan individual dan toleran terhadap perbedaan, serta tidak bertindak melampaui batas atau mengambil keuntungan professional yang bebas dan teliti, dan menghindari hal yang tidak pantas serta konflik kepentingan.
6.      Suka membantu orang lain, yaitu saling membantu, berbaik hati, belas kasihan, tolong – menolong, kebersamaan, dan menghindari segala sesuatu yang membahayakan orang lain.
7.      Hormat kepada orang lain, yaitu menghormati martabat orang lain, kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri bagi semua orang, bersopan santun, tidak merendahkan dan memperlakukan martabat orang lain.
8.      Warga Negara yang bertanggung jawab, yaitu selalu menaati hukum/aturan, penuh kesadaran social, dan menghormati proses demokrasi dalam mengambil keputusan.
9.      Mengejar keunggulan, yaitu mengejar keunggulan dalam segala hal, baik dalam pertemuan personal maupun pertanggungjawaban professional, tekun, dapat dipercaya/diandalkan, rajin penuh komitmen, melakukan semua tugas dengan kemampuan terbaik, dan mengembangkan serta mempertahankan tingkat kompetensi yang tinggi.
10.  Dapat dipertanggungjawabkan, yaitu memiliki dan menerima tanggung jawab atas keputusan dan konsekuensinya serta selalu memberi contoh

Cara –cara mempertahankan standar etika
1.      Ciptakan kepercayaan perusahaan. Kepercayaan perusahaan dalam menetapkan nilai –nilai perusahaan yang mendasari tanggung jawab etika bagi pemilik kepentingan.
2.      Kembangkan kode etik. Kode etik merupakan suatu catatan tentang standar tingkah laku dan prinsip –prinsip etika yang diharapkan perusahaan dari karyawan.
3.      Jalankan kode etik secara adil dan konsisten. Manajer harus mengambil tindakan apabila mereka melanggar etika. Bila karyawan mengetahui bahwa yang melnggar etika tidak dihukum, maka kode etik menjadi tidak berarti apa – apa.
4.      Lindungi hak perorangan. Akhir dari semua keputusan setiap etika sangat begantung pada individu. Melindungi seseorang dengan kekuatan prinsip moral dan nilainya merupakan jaminan terbaik untuk menghindari penyimpangan etika.
5.      Adakan pelatihan etika. Workshop merupakan alat untuk meningkatkan kesadaran para karyawan.
6.      Lakukan audit etika secara periodic. Audit merupakan cara terbaik untuk mengevaluasi efektivitas system etika.
7.      Pertahankan standar tinggi tentang tingkah laku, tidak hanya aturan. Standar tingkahb laku sangat penting untuk menekankan betapa pentingnya etika dalam organisasi.
8.      Hindari contoh etika yang tercela setiap saat dan etika diawali dari atasan. Atasan harus memberi contoh dan menaruh kepercayaan kepada bawahannya.
9.      Ciptakan budaya yang menekankan komunikasi dua arah. Komunikasi dua arah sangat penting, yaitu untuk menginformasikan barang dan jasa yang kita hasilkan dan menerima aspirasi untuk perbaikan perusahaan.
10.  Libatkan karyawan dalam mempertahankan standar etika. Para karyawan diberi kesempatan untuk memberikan umpan balik tentang bagaiman standar etika dipertahankan.

Tanggung Jawab Perusahaan
Menurut Zimmerer, ada beberapa macam pertanggungjawaban perusahaan, yaitu:
1.      Tanggung jawab terhadap lingkungan. Perusahaan harus ramah lingkungan, artinya perusahaan harus memerhatikan, melestarikan, dan menjaga lingkungan, misalnya tidak membuang limbah yang mencemari lingkungan, berusaha mendaur ulang limbah yang merusak lingkungan, dan menjalin komunikasi dengan kelompok masyarakat yang ada di lingkungan sekitarnya.
2.      Tanggung jawab terhadap karyawan. Tanggung jawab perusahaan terhadap karyawan dapat diakukan dengan cara:
a.       Mendengarkan dan menghormati pendapat karyawan
b.      Meminta input kepada karyawan
c.       Memberikan umpan balik positif maupun negative
d.      Selalu menekankan tentang kepercayaan kepada karyawan
e.       Membiarkan karyawan mengetahui apa yang sebenarnya mereka harapkan
f.       Memberikan imbalan kepada karyawan yang bekerja dengan baik
g.      Memberi kepercayaan kepada karyawan

3.  Tanggung jawab terhadap pelanggan. Tanggung jawab sosisal perusahaan juga termasuk melindungi hak – hak pelanggan yaitu:
a.       Hak mendapatkan produk yang aman
b.      Hak mendapatkan informasi segala aspek produk
c.       Hak untuk didengar
d.      Hak memilih apa yang akan dibeli
Sedangkan menurut Zimmerer(1996), hak – hak pelanggan yang harus dilindungi meliputi:
a.      Hak keamanan. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan harus berkualitas dan memberikan rasa aman, demikian juga kemasannnya
b.      Hak mengetahui. Konsumen berhak untuk mengetahui barang dan jasa yang mereka beli, termasuk perusahaan yang menghasilkan barang tersebut.
c.       Hak untuk didengar. Komunikasi dua arahh harus dibentuk, yaitu untuk menyalurkan keluhan produk dan jasa dari konsumen dan untuk menyampaikan berbagai informasi barang dan jasa dari perusahaan.
d.      Hak atas pendidikan. Pelanggan berhak atas pendidikan, misalnya pendidikan tentang bagaimana menggunakan dan memelihara produk
e.       Hak untuk memilih. Tanggung jawab social perusahaan adaalah tidak mengganggu persaingan dan mengabaikan undang – undang antimonopili (antitrust)

4. Tanggung jawab terhadap investor. Tanggung jawabnya yaitu menyediakan pengembalian investasi yang menarik, seperti memaksimumkan laba dan juga melaporkan kinerja keuangan seakurat dan setepat mungkin.

SIMPULAN

Etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai – nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan (Zimmerer). Kelompok pemilik kepentingan yang memengaruhi keputusan bisnis adalah Para pengusaha dan mitra usaha, Petani dan perusahaan pemasok bahan baku, Organisasi pekerja, pemerintah, bank, investor, masyarakat umum, pelanggan. Setiap perusahaan harus memiliki tanggung jawab terhadap semua pihak yang bersangkutan dengan perusahaannya seperti tanggung jawabnya terhadap lingkungan, karyawan, investor, pelanggan, masyarakat. Karena dengan beretika bisnis yang baik selain dapat menjamin kepercayaan dan loyalitas dari semua unsur yang berpengaruh pada perusahaan, juga sangat menentukan maju / mundurnya suatu perusahaan.


DAFTAR PUSTAKA

Suryana. 2003. Kewirausahaan: Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta:
Salemba Empat