INFO PROFIL

Foto saya
JENTREK ROJOIMO WONOSOBO, jawa tengah indonesia, Indonesia
Ya Allah jadikan kami manusia yang bisa keluar dari belenggu “kemunafikan”. Bimbing kami untuk tidak mengoreksi orang lain sebelum diri ini terkoreksi ya Rabb. Jadikan kami manusia yang jujur dan tidak pernah membohongi diri sendiri apalagi orang lain. kepadaMulah kami berserah ya Allah, kepadaMulah kami bermohon karena tanpa kehendakMu kami tidak bisa berbuat apa-apa Affannur Jentrek rojoimo wonosobo . lahir13 Agustus 1989

Rabu, 16 Maret 2011

GENERASI KOMPUTER

  1. gENERASI kOMPUTER
    Pendahuluan
Komputer merupakan alat yang sekarang menjadi primadona manusia utuk membantu pekerjaannya. Mulai dari mengerjakan pekerjaan kantor sampai mendesain gambar dipermudah oleh komputer. Sehingga tak mengherankan lagi kalau manusia berlomba-lomba menciptakan kreasi baru di bidang komputer, baik dari sisi software maupun hardware.
Akan tetapi, kita juga sering melupakan bagaimana awalnya komputer diciptakan. Apakah komputer langsung seperti sekarang ini berbentuk PC (Personal Computer)? Ataukah bermula dari sebuah alat yang sederhana dan dikembangkan seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin kompleks? Mari kita bahas bersama.
  1. Pembahasan
Komputer berasal dari kata Compute yang berarti menghitung. Sehingga dengan asal kata ini kita dapat mengasumsikan bahwa alat ini pertama kali dibuat karena atas dasar kebutuhan manusia untuk menghitung sesuatu. Karena seiring dengan perkembangan kebutuhan manusia di bidang perhitungan yang semakin kompleks yang tidak cukup hanya dengan perhitungan penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian maka alat hitung (computer) terus dikembangkan. Alat-alat hitung yang mendasari munculnya komputer antara lain :
    1. Abacus
Abacus, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini, dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi. Walaupun alat ini memang tergolong purba, tapi inilah sebuah manakarya manusia di bidang alat hitung.
    1. numerical wheel calculator)
Alat yang diciptakan oleh Blaise Pascal ini mulai menggunakan prinsip-prinsip mekanik. Alat ini menggunakan roda bergerigi sehingga dapat melakukan operasi penjumlahan. Alat ini menginspirasi para ilmuwan pada masa itu sehingga terus dikembangkan menjadi alat hitung yang berbasis mekanik.
    1. Mesin uap Babbage
Mesin uap Babbage, walaupun tidak pernah selesai dikerjakan, tampak sangat primitif apabila dibandingkan dengan standar masa kini. Bagaimanapun juga, alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, desain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu-kartu perforasi (berlubang-lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut.
Demikianlah sekelumit tentang kisah penciptaan alat hitung yang mengilhami manusia untuk selalu berusaha menciptakan kreasi baru dan penemuan baru dibidang alat yang dapat membantu mempermudah pekerjaan manusia.
Pada abad ke-20 dimulailah babak baru dalam dunia komputer (yang semula hanya alat hitung), telah berubah menjadi alat yang super komplit dengan berbagai perkembangan yang terus dilakukan. Bahkan pada akhirnya mungkin komputer dapat menggantikan para pekerja di pabrik, perkebunan bahkan mungkin pembantu rumah tangga.
Babak baru dunia komputer mulai tahun 1940-an sampai sekarang dapat dibagi menjadi 5 babak. Semula komputer pada tahun 1940-an merupakan salah satu persaingan teknologi antara sekutu Amerika Serikat dan Jerman. Untuk memenuhi ambisi mereka dalam saling mengalahkan dalam pertempuran, teknologi menjadi salah satu faktor penentunya. Babak perkembangan komputer akan kita bahas sebgai berikut :
    1. Komputer Generasi Pertama
Mungkin dapat kita katakan pada masa ini adalah masa komputer dinosaurus. Pada masa ini komputer berukuran sebesar ruangan dengan kemampuan komputasi yang sangat lambat. Sedangkan yang dapat mengoperasikan komputer jenis ini adalah orang-orang yang sudah terlatih.
Contoh komputer generasi pertama atau generasi dinosaurus komputer ini adalah ENIAC ( Electronic Numerical Integrator and Computer) yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW.
Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usha membangun konsep desin komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer. Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer(EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuh memori untuk menampung baik program ataupun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur von Neumann tersebut.
Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode-biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.
    1. Komputer Generasi Kedua
Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.
Walaupun ukurannya berkurang drastis, tapi komputer pada generasi ke dua ini masih berukuran raksasa. Setidaknya masih seukuran dengan almari pakaian kita sekarang ini. Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secaa luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan.
Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapa tmencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji. Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst, dan ahli sistem komputer). Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.
    1. Komputer Generasi Ketiga
Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen- komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.
Pada masa komputer generasi ketiga ini sistem operasi didominasi oleh UNIX dan Windows. UNIX masih memenuhi pasaran untuk bidang komputer dengan spesifikasi besar, tapi Windows lebih berkecimpung di bidang komputer kecil-kecil, atau komputer kantor dan rumahan. Walaupun pada masa ini Windows masih berbasis text dengan DOS (Disk Operating System) dan berkembang menjadi Windows 3.1. yang masih sangat minim grafisnya dibandingkan dengan Apple Macinthos.
    1. Komputer Generasi Keempat
Kalau pada masa generasi ke empat ini komputer sudah nggak aneh lagi kita bayangkan. Komputer pada masa ini adalah komputer yang kita lihat sekarang dengan berbagai keunikan dan kecanggihan.
Komputer generasi ke empat ini menggunakan microprocessor yang lebih kecil dan dapat bekerja lebih cepat. Untuk intel mulai dari intel i386 sampai dengan intel Pentium I, II, III, IV, Dual Core, Core 2 Duo, dan Quad Core. Kesemuanya ini berkembang sesuai irama perkembangan dunia teknologi informasi yang terus bergejolak seolah tak ada henti-hentinya untuk mengembangkan daya kreasi dan inofasi.
    1. Komputer Generasi Kelima
Rencana masa depan komputer generasi ke lima adalah komputer yang telah memiliki Artificial Intelligence (AI). Sehingga komputer di masa depan dapat memberikan respon atas keinginan manusia.
Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semkain memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non Neumann. Model non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi. Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima.
Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia. Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.
  1. Penutup
Minder dan termotivasi saat penulis mengerjakan tugas tentang perkembangan komputer ini. Minder karena sampai detik ini masih belum ada kemampuan untuk mengikuti jejak para ilmuan bidang barang hebat ini. Termotivasi karena kita sama-sama manusia kenapa tidak mampu untuk berbuat yang dapat berguna bagi dunia ini, terus semangat adalah hal yang lebih baik kita lakukan dari pada berdiam diri menunggu perkembangan teknologi yang dilakukan orang lain.
Semoga apa yang telah kita kerjakan ini membuahkan manfaat bagi kita dan bagi khasanah ilmu pengetahuan. Sehingga kita dapat betul-betul menjadi uswatun khasanah. Amin.
  1. Referensi
Sudirman, Ivan, Wahono Romi Satria. 2003. Perkembangan Komputer. Artikel untuk IlmuKomputer.com.
Tabloit PC Linux Edisi 120 – 130.

GENERASI KOMPUTER

Pengertian Komputer

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut perintah yang telah dirumuskan. Kata komputer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.
Secara luas, Komputer dapat didefinisikan sebagai suatu peralatan elektronik yang terdiri dari beberapa komponen, yang dapat bekerja sama antara komponen satu dengan yang lain untuk menghasilkan suatu informasi berdasarkan program dan data yang ada. Adapun komponen komputer adalah meliputi : Layar Monitor, CPU, Keyboard, Mouse dan Printer (sbg pelengkap). Tanpa printer komputer tetap dapat melakukan tugasnya sebagai pengolah data, namun sebatas terlihat dilayar monitor belum dalam bentuk print out (kertas).
Dalam definisi seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah "yang memproses informasi" atau "sistem pengolah informasi."
Saat ini, komputer sudah semakin canggih. Tetapi, sebelumnya komputer tidak sekecil, secanggih, sekeren dan seringan sekarang. Dalam sejarah komputer, ada 5 generasi dalam sejarah komputer.

[sunting] Generasi komputer

[sunting] Generasi Pertama

Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer. Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer, Z3, untuk mendesain pesawat terbang dan peluru kendali.
Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan kekuatan komputer. Tahun 1943, pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk memecahkan kode rahasia yang digunakan Jerman. Dampak pembuatan Colossus tidak terlalu memengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan. Pertama, Colossus bukan merupakan komputer serbaguna(general-purpose computer), ia hanya didesain untuk memecahkan kode rahasia. Kedua, keberadaan mesin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir.
Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain. Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil. The Harvard-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beropreasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah). Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks.
Perkembangan komputer lain pada masa kini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW.
Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dan John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.
Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usaha membangun konsep desain komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer. Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer (EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuah memori untuk menampung baik program ataupun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur Von Neumann tersebut.
Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC. Salah satu hasil mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC dalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan Dwilight D. Eisenhower dalam pemilihan presiden tahun 1952.
Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode biner yang berbeda yang disebut "bahasa mesin" (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya. Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dan silinder magnetik untuk penyimpanan data.

[sunting] Generasi Kedua

Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat memengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.
Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan untuk menggantikan kode biner.
Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.
Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah 1401 yang diterima secara luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memprosesinformasi keuangan.
Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapat mencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji. Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karier baru bermunculan (programmer, analis sistem, dan ahli sistem komputer). Industr piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.

[sunting] Generasi Ketiga

Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

[sunting] Generasi Keempat

Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen-komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.
Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap piranti rumah tangga seperti microwave, oven, televisi, dan mobil dengan electronic fuel injection (EFI) dilengkapi dengan mikroprosesor.
Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan-perusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer-komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.
Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).
IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena memopulerkan sistem grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga memopulerkan penggunaan piranti mouse.
Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat.
Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara-cara baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputer-komputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Jaringan komputer memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga Local Area Network atau LAN), atau [kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.

[sunting] Generasi Kelima

Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001: Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.
Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi-fungsi yang dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia. Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin. Fasilitas ini tampak sederhana. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertian manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian ketimbang sekedar menterjemahkan kata-kata secara langsung.
Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi yang semakin memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non Neumann. Model non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.
Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia.
Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum,namun transistor
menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian
internal komputer.Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini.Jack Kilby,
seorang insinyur di Texas Instrument,mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC: integrated
circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah
piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa.Para ilmuwan kemudian berhasil
memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang
disebut semikonduktor.Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen-
komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya
adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk
menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program
utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.
IV. KOMPUTER GENERASI KEEMPAT
Setelah IC,tujuan pengembangan menjadi lebih jelas yaitu mengecilkan ukuran sirkuit
dan komponen-komponen elektrik.Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan
komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI)
memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.Ultra-Large Scale Integration
(ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang
sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukuran setengah keping uang
logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer.Hal tersebut juga meningkatkan
daya kerja, efisiensi dan kehandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun
1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah
komputer (central processing unit,memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip
yangsangat kecil. Sebelumnya,IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang
spesifik.Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram
untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap
perangkat rumah tangga seperti microwave oven,televisi, dan mobil dengan electronic
fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor.
Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan
komputer biasa.Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan-perusahaan besar atau
lembaga pemerintah.Pada pertengahan tahun 1970-an,perakit komputer menawarkan
produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer-komputer ini, yang disebut
minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan
awam.Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing
dan spreadsheet.Pada awal 1980-an,video game seperti Atari 2600 menarik perhatian
konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.Pada tahun
1981,IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di
rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun
1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982.Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC
digunakan.Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil,dari
komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat
dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam
(palmtop).
IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer.
Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan sistem grafis pada
komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis
teks.Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.
Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU:
IBM PC/486,Pentium,Pentium II,Pentium III,Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel).
Juga kita kenal AMD k6,Athlon, dsb.Ini semua masuk dalam golongan komputer
generasi keempat. Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat
kerja,cara-cara baru untuk menggali potensi terus dikembangkan.Seiring dengan
bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputer-komputer tersebut dapat
dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti
lunak,informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang
lainnya.Komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk
kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas.Dengan menggunakan
perkabelan langsung,disebut juga Local Area Network (LAN),atau kabel telepon,jaringan
ini dapat berkembang menjadi sangat besar.
V. KOMPUTER GENERASI KELIMA
Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih
sangat muda.Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi
HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001:Space Odyssey.HAL
menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima.
Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence),HAL dapat cukup memiliki nalar untuk
melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari
pengalamannya sendiri.
Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan,banyak fungsi-fungsi
yang dimilikinya sudah terwujud.Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara
lisan dan mampu meniru nalar manusia.Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing
juga menjadi mungkin.Fasilitas ini tampak sederhan. Namun fasilitas tersebut menjadi
jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertian
manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian daripada sekedar
menterjemahkan kata-kata secara langsung.
Banyak kemajuan di bidang disain komputer dan teknologi semakin memungkinkan
pembuatan komputer generasi kelima.Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah
kemampuan pemrosesan paralel,yang akan menggantikan model von Neumann.Model
von Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak
CPU untuk bekerja secara serempak.Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor
yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat
mempercepat kecepatan informasi.
Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer
generasi kelima.Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk
untuk merealisasikannya.Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah
gagal,namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi
kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia.Kita tunggu
informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.
VI. KOMPUTER GENERASI KE ENAM ( Masa Depan)
Dengan Teknologi Komputer yang ada saat ini,agak sulit untuk dapat membayangkan
bagaimana komputer masa depan.Dengan teknologi yang ada saat ini saja kita seakan
sudah dapat “menggenggam dunia”.Dari sisi teknologi beberapa ilmuwan komputer
meyakini suatu saat tercipta apa yang disebut dengan biochip yang dibuat dari bahan
protein sitetis.Robot yang dibuat dengan bahan ini kelak akan menjadi manusia
tiruan.Sedangkan teknologi yang sedang dalam tahap penelitian sekarang ini yaitu
mikrooptik serta input-output audio yang mungkin digunakan oleh komputer yang akan
datang.Ahli-ahli sains komputer sekarang juga sedang mencoba merancang komputer
yang tidak memerlukan penulisan dan pembuatan program oleh pengguna.Komputer
tanpa program (programless computer) ini mungkin membentuk ciri utama generasi
komputer yang akan datang.
Kemungkinan Komputer Masa Depan
Secara prinsip ciri-ciri komputer masa mendatang adalah lebih canggih dan lebih murah
dan memiliki kemampuan diantaranya melihat,mendengar,berbicara,dan berpikir serta
mampu membuat kesimpulan seperti manusia.Ini berarti komputer memiliki kecerdasan
buatan yang mendekati kemampuan dan prilaku manusia.Kelebihan lainnya lagi,
kecerdasan untuk memprediksi sebuah kejadian yang akan terjadi,bisa berkomunikasi
langsung dengan manusia, dan bentuknya semakin kecil.Yang jelas komputer masa depan
akan lebih menakjubkan.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang Sejarah Komputer Dan
Perkembangannya Dari Generasi Ke-1 Sampai Generasi Ke-6,semoga bermanfaat bagi
para pembaca semuanya.

Selasa, 15 Maret 2011

KOMPETENSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
GURU BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Oleh:
A. Ridwan Siregar
Universitas Sumatera Utara
Disampaikan pada
SEMINAR NASIONAL KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME
GURU BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Diselenggarakan oleh
JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FBS-UNIMED
Medan, 24 Nopember 2007
A. Ridwan Siregar : Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia, 2008. 
USU e-Repository?2008
A. Ridwan Siregar: Kompetensi TIK Guru Bahasa dan Sastra Indonesia -  2
KOMPETENSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
GURU BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
A. Ridwan Siregar
Universitas Sumatera Utara
Pendahuluan
Penggunaan komputer dewasa ini telah menjadi bahagian dari hidup kita. Penyelesaian
pekerjaan atau tugas sehari-hari menjadi semakin mudah dan tanpa disadari kita
semakin tergantung pada  mesin komputer. Demikian juga halnya dengan tugas dan
beban kerja di kantor, dimana informasi disampaikan dengan cepat serta memudahkan
pengelolaan dan operasional organisasi. Gabungan antara teknologi komputer dan
komunikasi disebut teknologi informasi dan komunikasi (TIK). TIK berperan sebagai
sarana untuk mengumpulkan, menyimpan, mengolah, dan menyebarluaskan informasi
dan pengetahuan dalam berbagai bentuk dan cara. Informasi dan pengetahuan tersebut
dapat disebarkan dalam bentuk teks, gambar, grafik, suara, animasi, dan video, atau
gabungan dari semuanya (multimedia) ke berbagai sasaran secara interaktif melalui
jaringan  intranet dan Internet.
Proses pengajaran dan pembelajaran dapat ditingkatkan mutunya dan divariasikan cara
penyampaian dan penerimaannya dengan menggunakan TIK. Penggunaan alat bantu
mengajar ini dapat meningkatkan minat siswa dan dipandang atau diakui sebagai
pendukung proses pengajaran dan pembelajaran. Penggunaan komputer yang semakin
meluas dan didukung oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi
saat ini telah banyak memberikan manfaat bagi guru. Guru dapat memvariasikan bahan
bantu mengajar, menyiapkan bahan ajar, merekam dan menyimpan informasi siswa,
memproses ujian, hingga membuat pangkalan data inventaris peralatan, buku, dan
sebagainya.
A. Ridwan Siregar : Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia, 2008. 
USU e-Repository?2008
A. Ridwan Siregar: Kompetensi TIK Guru Bahasa dan Sastra Indonesia -  3
Dari segi pengajaran, penggunaan TIK memerlukan perencanaan yang baik dan efisien
agar pembelajaran dapat lebih maksimal kepada setiap orang siswa. TIK yang
digunakan dalam pengajaran juga dapat memberi peluang pembelajaran yang lebih
dinamis, menarik minat serta meningkatkan ilmu pengetahuan yang relevan dan
berguna bagi siswa. Bahkan TIK dapat memotivasi siswa berpikir secara kreatif selain
dapat meningkatkan kegairahan bagi guru itu sendiri dalam proses pendidikan.
Pengajaran yang terintegrasi dengan komputer pada dasarnya melibatkan penggunaan
komputer untuk mencapai sasaran pengajaran dan pembelajaran. Selain itu, integrasi
pengajaran dengan komputer turut membawa dimensi baru dalam budaya mengajar dan
budaya belajar di sekolah. Oleh karena itu, guru dewasa ini seharusnya melengkapi diri
dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dan secara terus
menerus memperbaharuinya untuk mengikuti kebutuhan siswa dan lingkungannya saat
ini.
Persoalannya adalah apakah para guru sudah siap menerima perubahan yang
ditawarkan TIK. Kompetensi apa yang diperlukan guru untuk mampu memanfaatkan TIK
dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Program pelatihan seperti apa yang
seharusnya disediakan untuk meremajakan pengetahuan dan keterampilan guru
menggunakan TIK dan institusi mana yang akan melakukannya. Bagaimana tata cara
mengukur penguasaan guru terhadap TIK. Bagaimana menyiapkan sarana dan
prasarana TIK yang memadai untuk guru dan siswa di sekolah. Sejumlah pertanyaan
tersebut akan dicoba untuk didiskusikan dalam uraian berikut ini.
Kesiapan Guru
Salah satu masalah dalam penggunaan TIK di mana saja adalah sikap yaitu
pandangan, pendapat atau perasaan seseorang terhadap TIK, apakah para guru
memiliki sikap positif untuk berubah dengan memanfaatkan TIK. Technophobia atau
cyberphobia, yaitu suatu kekhawatiran yang berlebihan terhadap teknologi komputer,
diidentifikasi sebagai  suatu rintangan yang mungkin dimiliki oleh para guru terutama
dalam bidang seni dan humaniora. Untuk keberhasilan penggunaan TIK, rintangan ini
A. Ridwan Siregar : Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia, 2008. 
USU e-Repository?2008
A. Ridwan Siregar: Kompetensi TIK Guru Bahasa dan Sastra Indonesia -  4
yang pertama harus disingkirkan agar para guru bisa menerima revolusi TIK dan
peranannya yang sangat penting dalam proses pengajaran dan pembelajaran.
Komputer hendaknya jangan dilihat sebagai suatu ancaman terhadap waktu guru, cara
melakukan sesuatu di dalam ruang kelas, dan kegiatan guru lainnya. Selain sikap,
adakalanya terdapat pula skeptisme tentang perbedaan kepentingan apakah TIK harus
digunakan oleh siswa dalam proses  pembelajaran.
Kompetensi TIK
Suatu survei yang dilakukan oleh Anja Balanskat (2005) menunjukkan bahwa hampir
semua negara Eropa memiliki kebijakan untuk mengembangkan keterampilan
pedagogis untuk guru. Hal ini diartikan bahwa ada keinginan untuk mengintegrasikan
TIK dalam praktek pedagogis, mulai dari TIK dalam ruang kelas (untuk pengajaran
subyek) hingga penggunaan TIK untuk pembelajaran. Separuh negara Eropa
disebutkan memandang bahwa penanganan informasi (information handling) sebagai
kompetensi inti yang bersifat mutlak untuk guru. Selanjutnya, disebutkan bahwa
sebagian besar kompetensi guru yang diinginkan adalah kompetensi untuk
mengintegrasikan TIK dalam subyek, penggunaan bahan referensi digital seperti
ensiklopedi,  penggunaan TIK untuk persiapan kelas, dan penggunaan perangkat TIK
untuk ilustrasi (presentasi multimedia).
Victor Benjie (2006) yang mengkaji pengembangan kapasitas TIK untuk guru bahasa
dan perkembangan terbaru pendidikan berbantuan teknologi di negara-negara sub-
Sahara Afrika, menyebutkan bahwa  pengintegrasian TIK di dalam ruang kelas dan
penguatan penggunaan TIK di sekolah memiliki tiga fitur. Ketiga fitur tersebut adalah: (1)
mengeksplorasi dan mendemonstrasikan bagamaina TIK dapat digunakan di sekolah
untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mempersiapkan pemuda menjadi masyarakat
pengetahuan (knowledge society); (2) mengembangkan perangkat lunak pendidikan
interaktif dan bahan ajar berbasis TIK untuk diintegrasikan ke dalam pengajaran sains,
matematika, dan bahasa; dan (3) melakukan pertukaran pengalaman dan praktek
terbaik (best practice) dalam penggunaan TIK.
A. Ridwan Siregar : Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia, 2008. 
USU e-Repository?2008
A. Ridwan Siregar: Kompetensi TIK Guru Bahasa dan Sastra Indonesia -  5
Pada tingkat proses terdapat tiga sasaran kompetensi, selain sikap (attitudinal) yang
telah dibicarakan sebelumnya, adalah pemahaman (cognitive)/pengetahuan
(knowledge), dan operasional/manipulatif (Benji, 2006). Kognitif berkaitan dengan: (1)
pemahaman tentang revolusi TIK dan perkembangannya, peran potensialnya di dalam
pendidikan, penggunaannya dan pengaruhnya terhadap pengajaran dan pembelajaran;
(2) pemahaman fungsional sistem komputer dan appresiasi pengguna terhadap
berbagai komponen serta pengambilan keputusan untuk mengadopsi TIK dalam
pendidikan bahasa; (3) apresiasi dan asesmen yang bersifat kritis terhadap hasil
berbagai penelitian  dalam pengajaran dan pembelajaran; dan (4) kapan seharusnya
menggunakan teknologi tradisional dengan efek maksimal.
Baron (2006) menyebutkan enam kategori kompetensi yang harus dimiliki oleh guru,
yang pada dasarnya adalah penggunaan program-program dalam perangkat lunak yang
terdapat dalam Microsoft Office, sebagai berikut:
1. Operasional: terdiri dari tugas mulai dari menghubungkan peralatan TIK, memuat
disk, memformat disk, menyimpan berkas, menemu-balik berkas, dan
menggunakan mouse.
2. Pengolah kata: terdiri dari sub keterampilan seperti menyorot teks, menyisipkan
teks, memformat karakter dan paragraf, menelusur teks, dan memformat margin
halaman.
3. Basis data: terdiri dari sub keterampilan: menemu-balik data, menggunakan
penelusuran sederhana, menampilkan grafik data dari basis data, dan mencetak
data.
4. Spreedsheet terdiri dari sub keterampilan memahami data, memasukkan data,
memanipulasi data, dan memasukkan formula dan setting pada Spreadsheet.
5. Internet/Multimedia terdiri dari sub keterampilan mulai dari browsing, menulis dan
mengirim e-mail dengan lampiran, chating atau e-conversation hingga web-
authoring, web design, mengakses sumber daya pengajaran hingga mencari
pekerjaan, mengikuti kursus atau tutorial online hingga menggunakan Internet
sebagai perpustakaan virtual.
A. Ridwan Siregar : Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia, 2008. 
USU e-Repository?2008
A. Ridwan Siregar: Kompetensi TIK Guru Bahasa dan Sastra Indonesia -  6
6. Keterampilan lanjut termasuk penggunaan video camcorder, membuat rekaman
audio, mengambil foto fragmen, membuat slide Power Point, dan men-setting
peralatan untuk presentasi.
Sebagai perbandingan dan gambaran bagi para guru, berikut ini disajikan suatu
alternatif standar kompetensi TIK untuk guru, yang bukan guru TIK (Saidin, 2006).
Standar tersebut adalah standar pertama dari enam standar yang sebenarnya juga
berlaku umum termasuk untuk guru bahasa dan sastra. Selain pemahaman, juga
terdapat perancangan, pengimplementasian, pengevaluasian, penggunaan, dan etika.
Kelima standar tersebut lebih menekankan pada  pengelolaan pengajaran dan
pembelajaran dengan memanfaatkan atau berbantuan TIK.
Standar 1: Pemahaman
Guru menunjukkan pemahaman yang baik tentang operasi dan konsep teknologi.
Indikator:
1. Guru menunjukkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman konsep yang
berkaitan dengan TIK pada tingkat pengenalan.
2. Menunjukkan perkembangan pengetahuan dan keterampilan yang berkelanjutan
mengikuti teknologi yang muncul dan mutakhir.
Kompetensi Dasar:
1. Mengenal komponen-komponen perangkat keras dan fungsinya masing
2. Mengenal fungsi sistem operasi dasar (icon, windows, dan menu)
3. Menghidupkan dan mematikan komputer
4. Memasang dan mengoperasikan printer dan proyektor LCD
5. Memiliki keterampilan papan tombol dan mouse dasar
6. Memahami dan bisa menggunakan fungsi sistem operasi dasar
a. File, folder dan direktori
b. Menggunakan menu dan desktop
A. Ridwan Siregar : Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia, 2008. 
USU e-Repository?2008
A. Ridwan Siregar: Kompetensi TIK Guru Bahasa dan Sastra Indonesia -  7
7. Mengetahui kategori perangkat lunak: pengolah kata, presentasi, penerbitan,
spreadsheet, database, multimedia dan komunikasi
8. Melakukan operasi pengolah kata dasar seperti
a. Create, open, copy, save, delete, dan edit folder, file dan dokumen
b. Mencetak dokumen.
9. Melakukan presentasi dan operasi multimedia seperti
a. Create, open, copy, save, delete, dan edit folder, file dan dokumen
b. Mempresentasikan multimedia yang ada atau yang sudah tersedia
c. Mencetak dokumen
10. Mengenal peralatan memory (CD-ROM, internal atau external hard disk, memory
card, flash disk, dsb) dan kegunaannya masing.
11. Mampu mengakses Internet:
a. Menggunakan fungsi dasar browser untuk menelusur dan menemukan
informasi
b. Menanda halaman (bookmark pages)
c. Copy, paste dan save dari halaman Web
d. Mengenal situs Web dan portal pendidikan Indonesia
12. Mengenal teknologi perangkat keras dan perangkat lunak tingkat lanjutan
Kompetensi Menengah:
1. Meng-install dan mengoperasikan peralatan tambahan (printer, scanner, digital
camera, digital video, dsb.)
2. Memahami dan mampu menggunakan fungsi-fungsi sistem operasi lainnya
a. Melakukan pencegahan virus
b. Mem-backup file
3. Mengorganisasikan file, folder dan direktori
4. Memiliki pengetahuan yang baik tentang perangkat lunak dan mampu
menggunakan berbagai kategori perangkat lunak
5. Melakukan operasi pengolah kata seperti
a. Menyisipkan (insert) file obyek dan grafik
A. Ridwan Siregar : Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia, 2008. 
USU e-Repository?2008
A. Ridwan Siregar: Kompetensi TIK Guru Bahasa dan Sastra Indonesia -  8
b. Menggunakan perkakas seperti spellchecker, grammar check, dan
thesaurus
c. Membuat dan memanipulasi gambar dan image
d. Membuat dan memanipulasi tabel
e. Mengubah setting halaman atau style
6. Melakukan presentasi dasar dan operasi multimedia seperti
a. Menyisipkan obyek, grafik, animasi, video, suara, file, dsb
b. Mengembangkan presentasi multimedia sederhana
c. Mengadopsi pertunjukan multimedia yang telah dibuat
7. Menggunakan peralatan memory (CD-ROM, internal dan external hard disk, flash
disk, memory card, dsb).
8. Men-download perangkat lunak freeware dan shareware
9. Melakukan penelusuran lanjutan untuk menemukan informasi
10. Mengorganisasikan e-mail
a. Create and delete e-mail
b. Attach dan mengirim file
c. Forward e-mail
d. Mengorganisasikan buku alamat
e. Mampu menggunakan fasilitas lain yang tersedia
11. Mampu menggunakan perangkat keras baru dan peralatan tambahan dan
perangkat lunak
Kompetensi Lanjutan
1. Melakukan pemeliharaan perangkat keras dan peralatan tambahan secara
terjadwal
2. Mampu memecahkan kesulitan masalah berkaitan dengan perangkat keras,
perangkat lunak dan peralatan tambahan yang umum
3. Mampu bekerja dalam lingkungan jaringan
a. Share file dan folder
b. Akses dan menggunakan peralatan tambahan jaringan
c. Akses dan menggunakan perangkat lunak bagi-pakai (sharing)
A. Ridwan Siregar : Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia, 2008. 
USU e-Repository?2008
A. Ridwan Siregar: Kompetensi TIK Guru Bahasa dan Sastra Indonesia -  9
4. Mampu mengelola komputer lokal menggunakan perangakat sistem yang
tersedia dalam sistem operasi
a. Membersihkan disk
b. Defragmentasi
c. Backup dan restore file dan setting
5. Mampu bekerja lintas kategori perangkat lunak yang berbeda
6. Melakukan operasi pengolah kata lanjutan seperti
a. Merge file
b. Mail merge
c. Use macros
d. Hyperlink
e. Create form
f. Use and create template
7. Melakukan operasi presentasi dan multimedia lanjutan
a. Mengembangkan presentasi multimedia yang ditingkatkan
b. Create hyperlink
c. Edit klips multimedia
8. Delete, copy dan memindahkan file dari satu peralatan memory ke yang lainnya
9. Mampu membuat memory lebih yang tersedia
a. Delete temporary file
b. Membersihkan disk
10. Men-setup koneksi baru Internet
11. Mampu bergabung dan berpartisipasi dalam e-group
12. Membuat dan meng-upload halaman Web
13. Menggunakan  dan mengelola learning management system (LMS) online
14. Meng-install dan uninstall perangkat keras, peralatan tambahan dan perangkat
lunak baru.
A. Ridwan Siregar : Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia, 2008. 
USU e-Repository?2008
A. Ridwan Siregar: Kompetensi TIK Guru Bahasa dan Sastra Indonesia -  10
Program Pelatihan
Ada sejumlah alternatif untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan TIK bagi
para guru untuk memenuhi standar kompetensi yang diinginkan. Pertama, pengetahuan
TIK sudah diperoleh pada saat mengikuti pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Oleh
karena itu para guru terutama yang masih baru dapat langsung mengikuti proses
sertifikasi. Kedua, untuk para guru yang telah bekerja dan belum memperoleh
pendidikan dan pelatihan di bidang TIK seyogianya disediakan program pelatihan
melalui berbagai cara dan format. Pelatihan seperti itu dapat dilakukan bekerjasama
dengan perguruan tinggi atau pusat-pusat pelatihan TIK yang terdekat dengan domisili
guru. Program pelatihan juga seharusnya dapat dirancang untuk digunakan secara
online atau pembelajaran jarak jauh.
Pola Asesmen dan Evaluasi
Banyak negara termasuk di Eropa berupaya mendefinisikan suatu kerangka kompetensi
TIK yang bersifat umum dengan mengembangkan sertifikasi, standar tata cara atau
benchmark, atau dengan menunjukkan best practice. Terdapat juga kecenderungan
mensertifikasi guru pada akhir suatu program pelatihan guru di tempat bekerja atau
pada tahap lebih awal sewaktu di tingkat perguruan tinggi, seperti dilakukan di Denmark
dan Perancis. Selain itu, ada juga yang mengembangkan sertifikasi nasional TIK untuk
guru baik pada tahap awal atau di tempat bekerja. Penerapan kredit belajar dan
penggunaan portofolio elektronik dalam pelatihan guru juga diterapkan di beberapa
negara (Balanskat, 2005).
Penyiapan Sarana dan Prasarana
Penyiapan sarana dan prasarana TIK di semua sekolah seharusnya menjadi salah satu
prioritas dalam upaya mengembangkan pendidikan yang bermutu, sebagaimana juga
kita seyogianya memprioritaskan pembangunan pendidikan dalam pembangunan
nasional. Para ahli ekonomi mengidentifikasi tiga faktor yang dapat menuntun pada
A. Ridwan Siregar : Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia, 2008. 
USU e-Repository?2008
A. Ridwan Siregar: Kompetensi TIK Guru Bahasa dan Sastra Indonesia -  11
peningkatan produktifitas yang berbasis pertumbuhan yaitu: capital deepening
(penggunaan peralatan yang lebih produktif dibandingkan versi sebelumnya); higher
quality labor (angkatan kerja yang lebih berpengetahuan yang tentu lebih produktif); dan
technological innovation (penciptaan, pendistribusian dan penggunaan pengetahuan
baru) (Unesco, 2007). Ketiga faktor produktifitas tersebut menjadi basis tiga pendekatan
(technology literacy, knowledge deepening, dan knowledge creation) yang
menghubungkan kebijakan pendidikan dan pengembangan ekonomi.
Hal di atas juga sejalan dengan kebijakan yang telah dicanangkan oleh Departemen
Pendidikan Nasional yaitu broad based education yakni program pendidikan yang
berbasis masyarakat luas dengan orientasi memberikan kecakapan hidup (life skills)
kepada siswa (Departemen Pendidikan Nasional, 2007). Ini berarti bahwa siswa tidak
hanya dibekali dengan kemampuan akademik namun juga kecakapan khusus yang
dapat dipraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dari kecakapan
khusus tersebut selain kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, tentu saja
kemampuan menggunakan TIK.
Sumberdaya TIK yang seharusnya tersedia meliputi antara lain komputer server, PC,
LCD projector, infrastruktur jaringan intranet sekolah, dan koneksi ke jaringan Internet
serta tenaga TIK untuk mengelola dan memelihara infrastuktur TIK. PC disediakan
dengan rasio yang memadai terhadap jumlah siswa. Di perguruan tinggi standar
minimum jumlah PC saat ini adalah 1 berbading 30 untuk mahasiswa, 1 berbanding 5
untuk dosen. Penyediaan akses jaringan tanpa kabel (wireless) juga perlu dipikirkan
untuk mendorong kepemilikan laptop bagi siswa dan guru di sekolah menengah umum
dan kejuruan. Penyediaan koneksi ke Internet memerlukan kapasitas bandwidth yang
memadai yang dapat diperoleh secara berlangganan. Standar minimum bandwidth di
perguruan tinggi saat ini adalah 1 Kbps untuk setiap mahasiswa. Untuk sekolah perlu
dilakukan pengkajian untuk membuat suatu standar minimum yang harus dipenuhi.
A. Ridwan Siregar : Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia, 2008. 
USU e-Repository?2008
A. Ridwan Siregar: Kompetensi TIK Guru Bahasa dan Sastra Indonesia -  12
Kesimpulan
Sikap guru terhadap TIK merupakan salah satu faktor yang menentukan dalam
keberhasilan  pengintegrasian TIK ke dalam pengajaran dan pembelajaran. Kompetensi
TIK bagi setiap guru sudah menjadi kebutuhan untuk meningkatkan produktifitas guru
terlepas dari apakah ada keharusan sertifikasi atau tidak dalam bidang TIK. Kompetensi
minimal TIK yang harus dimiliki oleh setiap guru adalah keterampilan menggunakan
perangkat lunak aplikasi untuk pengolah kata, presentasi, spreadsheet, pangkalan data,
sistem operasi, browsers, search engines, dan e-mail. Selanjutnya adalah kemampuan
untuk mengintegrasikan keterampilan tersebut ke dalam proses pengajaran dan
pembelajaran.
Program pelatihan bagi guru yang belum memiliki kompetensi TIK diperlukan dan harus
dirancang dengan baik sehingga dapat diikuti oleh setiap guru tanpa merasa menjadi
beban yang memberatkan. Demikian juga halnya dengan pola asesmen seharusnya
dirancang dengan memperhatikan berbagai faktor termasuk lingkungan tempat bekerja
guru. Program peningkatan kompetensi guru di bidang TIK tidak akan berhasil dan
bermanfaat apabila lingkungan sekolah tidak difasilitasi dengan sarana dan prasarana
TIK yang mencukupi berdasarkan standar tertentu yang juga seharusnya diterapkan
bagi setiap institusi sekolah.
Rujukan
Balanskat, Anja (2005). Assessment schemes for teachers? ICT competence- A policy
analysis. European Schoolnet.  1/11/2007.
Baron, Georges-Louis. (2006) ICT competencies, for students and teachers: dilemmas,
paradoxes and perspectives: The French case.
Benjie, Victor (2006). Building the ICT capacity of language teachers: empirical insights
and lessons for sub-Saharan Africa. Current Developments in Technology-
Assisted Education.
A. Ridwan Siregar : Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia, 2008. 
USU e-Repository?2008
A. Ridwan Siregar: Kompetensi TIK Guru Bahasa dan Sastra Indonesia -  13
Departemen Pendidikan Nasional. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan
Tenaga Kependidikan (2007). Pusat Pengembangan Penataran Guru Bahasa.
Standar Kompetensi Guru. . 1/11/2007.
Saidin, Sazali (2006). Teacher information communication technology competency
gauge.  21/11/2007.
Unesco (2007). ICT Competency Standards for Teachers. 
21/11/2007.
A. Ridwan Siregar : Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia, 2008. 
USU e-Repository?2008







PELATIHAN PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN
KONTEN JARDIKNAS
Tingkat Nasional Tahun 2010










STRATEGI PEMBELAJARAN
BERBASIS TIK









Oleh:
aFFANNUR












aFFANNUR jENTREK rOJOIMO

2010
DAFTAR ISI


PENDAHULUAN

KEGIATAN BELAJAR 1: PEMBELAJARAN YANG IDEAL

-        Model Pembelajaran Berbasis TIK:

-        Kondisi Prasyarat


KEGIATAN BELAJAR 2

PENUTUP

REFERENSI








































PENDAHULUAN

Modul 5 akan mengajak peserta pelatihan untuk memahami Strategi Pembelajaran Berbasis TIK. Setelah mengikuti pelatihan dengan menggunakan modul 5, diharapkan peserta pelatihan akan memahami tentang perbandingan model pembelajaran konvensional dan pembelajaran berbasis TIK, model pembelajaran berbasis TIK, langkah-langkah pengembangan pembelajaran berbasis TIK, serta kondisi prasarat untuk mengambangkan pembelajaran berbasis TIK.

Modul ini dirancang untuk disajikan dalam waktu 2 x 45 menit. Pada saat pelatihan, diupayakan semua peserta terlibat dalam membahas dan mendalami modul ini. Diskusi yang diselenggarakan bisa melalui eksplorasi pengalaman peserta, memberikan masukan, dan/atau menyajikan pengetahuan/teori/paktek dari berbagai sumber yang telah dimiliki peserta. Tutor lebih banyak bertindak sebagai fasilitator. Hargai setiap pendapat yang disampaikan peserta. Setiap sub topik yang dibahas, disimpulkan sehingga menjadi kesepakatan bersama.



 

KEGIATAN BELAJAR 1

PEMBELAJARAN YANG IDEAL

Berikut ini adalah beberapa kasus yang diangkat dari temuan di lapangan dalam proses pembelajaran di dalam kelas .

Kasus 1:
Seorang guru merenung. Dia merasa bahwa sudah segala daya, upaya, dan tenaga dikerahkan, tetapi siswanya masih belum nampak terlibat dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Guru sudah berapi-api mengajar, suara sudah sekeras mungkin dikeluarkan, tulisan di papan tulis pun selain sudah jelas juga besar. Dia merasa bahwa perjuangan tersebut sia-sia, karena beberapa siswa matanya lebih banyak melihat ke luar jendela kelas, siswa lain sibuk mengobrol dengan teman sebangkunya, yang lainnya nampak berulang-ulang melihat jam seperti ingin mempercepat berjalannya waktu. Secara umum, pembelajaran yang diselenggarakan guru tidak menarik bagi siswa.

Kasus 2:
Seorang siswa menyanggah teori yang baru saja disampaikan gurunya dalam pembelajaran dalam kelas. Guru dan siswa saling beradu argumentasi, kedua-duanya saling mempertahankan pemahaman yang mereka miliki. Masing-masing tidak dapat menjelaskan kebenaran dalam kekiniannya. Sampai dengan berakhirnya pembelajaran, tidak ada kesepakatan yang dapat diambil.

Kasus 3:
Sesaat akan dimulainya pembelajaran,  siswa menampilkan mimik ketidaksabaran untuk segera mengikuti proses pembelajaran. Siswa menampilkan kesan seolah-olah menanti sebuah pertunjukkan spektakuler dari seseorang yang diidolakan. Kelas terasa hangat. Begitu pembelajaran dimulai, Guru tampil dengan senyum yang segar, mulai membuka pertunjukkan. Pada bagian pembukaan pembelajaran, Guru menyajikan stimulus yang dikemas sedimikian rupa sehingga memunculkan rangsangan response luar biasa pada diri siswa. Siswa aktif dan kreatif dalam mencari pengetahuan yang hanya diarahkan guru. Siswa seolah-olah yang memegang kendali pembelajaran. Siswa merasa bahwa dia sangat butuh dan ingin menuntaskan kepenasaran dari stimulus yang diberikan guru. Akibatnya, guru tidak perlu bersusah payah menghabiskan tenaga. Guru hanya mengarahkan, melayani pertanyaan, serta menjadi pemberi kemudahan bagi siswa (fasilitator). Pada saat terdengar bel tanda berakhirnya pembelajaran, terdengar suara siswa yang menyayangkan waktu terlalu cepat berlalu. Terasa aroma pembelajaran yang bermakna, dialogis, dinamis, serta bermuara pada pembelajaran yang menyenangkan.
Diskusikan antar peserta :
1.    Apa pandangan peserta terhadap setiap kasus tersebut?
2.    Manakah diantara kasus tersebut yang pernah dialami?
3.    Kasus manakah yang paling ideal terjadi dalam pembelajaran?
4.    Bagaimanakah upaya agar pembelajaran ideal tersebut dapat terjadi?

Diharapkan peserta tidak setuju dengan kasus 1 dan kasus 2, dengan pembelajaran yang satu arah, guru mendominasi pembelajaran, guru sebagai pusat pembelajaran, guru sebagai satu-satunya sumber ilmu, tidak ada media pedukung (hanya teori), siswa pasif, siswa bosan, pembelajaran tidak menyenangkan, pembelajaran tidak bermakna, hasil pembelajaran tidak membanggakan.

Diharapkan peserta setuju dan mengidam-idamkan kasus 3. Pembelajaran yang ideal. Guru tidak lagi mendominasi pembelajaran, siswa sebagai subjek pembelajaran, guru kreatif dan inovatif dalam merencanakan pembelajaran, pembeajaran berorientasi kepada kehidupan nyata tidak hanya kepada buku.

Jika dilihat dari perkembangan media yang digunakan dalam pembelajaran di dalam kelas, dapat diurutkan bahwa pembelajaran formal dimulai dari masa blackboard, whiteboard, keyboard, dan akhir-akhir ini telah banyak yang mengembangkan virtualboard. Hal ini dapat dilihat dalam cuplikan film (salah satu) yang dapat diunduh dari YouTube dengan judul MIT Sketching. 

Dalam film tersebut Nampak seorang guru dapat mengajar dengan dinamika dan media yang mengarah kepada realistis. Guru menggambarkan objek dipapan tulis (whiteboard) tetapi objek yang digambarkan guru dapat dikendalikan (dihidupkan). Akibatnya, siswa tidak hanya mendapatkan cerita belaka tetapi dapat melihat secara nyata.

Cerita tentang perubahan media pembelajaran dari blackboard hingga virtualboard, dapat dipertegas dengan menampilkan video dari sebuah produsen handphone yang bercerita tentang dunia komunikasi digital yang semakin canggih. Seorang Ibu Guru menjelaskan materi di Jepang dengan menggunakan virtualboard, seorang siswi berkomunikasi dengan Ibunya menggunakan fasilitas ViCon dengan HandPhone.

Agar peserta lebih menyadari bahwa jika belum mulai menggunakan media sebagai alat bantu pembelajaran (sementara di dunia luar telah terjadi perkembangan digital yang semakin canggih), dapat pula disajikan film dari Microsoft tentang Surfacing Computer. Sebuah media computer yang tidak lagi menggunakan keyboard dan layar monitor, melainkan sebuah meja menjadi screentouch sekaligus monitor.

Pembelajaran tidak hanya diselenggarakan di dalam ruang kelas dan pada jam belajar formal. Tidak sedikit pula guru yang telah menyelenggarakan pembelajaran yang tidak hanya dibatasi ruang dan waktu (Modul 1).  Sebelum atau setelah pembelajaran di dalam kelas diselenggarakan, guru telah/akan menugaskan kepada siswa untuk mencari berbagai sumber ilmu dengan berbagai cara/media sesuai dengan perkembangan teknologi digital.

Diskusikan antar peserta :
1.    Seberapa pentingkah media pembelajaran dibutuhkan dalam menunjang pembelajaran?
2.    Media seperti apakah yang paling ideal digunakan dalam pembelajaran?
3.    Media apa yang dibutuhkan agar pembelajaran yang dilakukan siswa dapat berlangsung  tanpa dibatasi ruang dan waktu?
4.    Sesering apakah peserta menggunakan media pembelajaran berbasis TIK?
5.    Pernahkan peserta menyelenggarakan pembelajaran tanpa dibatasi ruang dan waktu? Seperti apa yang sudah dilakukan peserta dalam menyelenggarakan pembelajaran yang tidak hanya diselenggarakan di dalam kelas saja?



Paltimer (1991) membandingkan pembelajaran kalkulus yang menggunakan computer dengan pembelajaran konvensional menujukkan bahwa hasil pembelajaran berbasis komputer lebih baik daripada pembelajaran konvensional. Tetapi, tidak setiap pembelajaran harus diselenggarakan melalui pembelajaran berbasis TIK. Beberapa kegiatan pembelajaran masih harus diselenggarakan dengan pembelajaran konvensional.

Diskusikan perbandingan kekuatan (strength) antara pembelajaran konvensional dengan pembelajaran berbasis TIK:

Pembelajaran konvensional
Pembelajaran berbasis TIK
-   Murah
-  Bisa menvisualisasikan peristiwa yang   
   berbahaya, sulit di praktekkan
-   Mudah dilaksanakan
- Fleksibel (tdk terbatas ruang dan waktu)
-  Interaksi antara guru dan siswa lebih cepat



















Diskusikan perbandingan kelemahan (weaknesses) antara pembelajaran konvensional dengan pembelajaran berbasis TIK:

Pembelajaran konvensional
Pembelajaran berbasis TIK
Kurang bisa mengakomodasi kecepatan belajar siswa
Mahal dalam penyiapan infra struktur

Koneksititas jaringan

















Peserta menuliskan di kertas karton yang sudah ditempel dan memuat table tersebut. Peserta berdiskusi, mana yang disetujui sebagai hal benar tentang kekuatan dan kelemahan perbedaan antara pembelajaran konvensional dengan pembelajaran berbasis TIK. Jika ada isian yang sama pengertiannya, dirangkumkan menjadi satu pernyataan.


Model Pembelajaran Berbasis TIK:
Teori belajar behaviorisme berpandangan bahwa proses pembelajaran terjadi sebagai hasil pengajaran yang disampaikan guru melalui atau dengan bantuan media (alat). Sedangkan teori belajar konstruktivisme berpandangan bahwa media digunakan sebagai sesuatu yang memberikan kemungkinan siswa secara aktif mengkonstruksi pengetahuan. Kozma (1991) menyatakan bahwa media dapat dibedakan dari teknologi (mekanik, elektronik, bentk fisik), sistem simbolik (karakter alpha-numerik, objek, gambar, suara) serta sarana yang digunakan (radio, video, komputer, buku).


Peserta dibagi kertas yang berisi pertanyaan-perntanyaan di bawah ini. Peserta memberikan respon pada kertas yang dibagikan. Setelah selesai, peserta dapat membacakan respon masing-masing. Setelah selesai, seluruh peserta diajak untuk menarik kesimpulan atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Diskusikan antar peserta:
1.    Apa pengertian BELAJAR yang Anda ketahui?
2.    Teori belajar apa yang pernah Anda ketahui dan pahami?
3.    Sebutkan gaya belajar yang Anda ketahui.
4.    Adakah hububungan antara kebutuhan media pembelajaran dengan proses pembelajaran dalam meningkatkan mutu hasil belajar?
5.    Jika Anda mempunyai kemampuan dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis komputer, aspek apa saja yang harus menjadi bahan pertimbangan (persyaratan) dalam pengembangan media pembelajaran yang baik?
6.    Jelaskan model pembelajaran berbasis TIK yang Anda ketahui?
7.    Pada saat Anda akan mengembangkan media pembelajaran, bagaimanakah urutan proses yang Anda tempuh dalam mengembangkan media pembelajaran hingga siap digunakan?


Kondisi Prasyarat
Banyak siswa merasa mudah memproses informasi yang berbentuk visual, sementara siswa lainnya merasa mudah bila ada suara, tetapi ada pula sebagian siswa yang merasa mudah apabila sumber informasi disajikan dalam bentuk teks (Anderson, 1981).

Pada dasarnya, pembelajaran diselenggarakan dengan harapan agar siswa mampu menangkap/menerima, memproses, menyimpan, serta mengeluarkan informasi yang telah diolahnya. Gardner (1983) mengemukakan bahwa kemampuan memproses informasi itu dalam bentuk tujuh kecerdasan, yaitu (1) logis-matematis, (2) spasial, (3) linguistik, (4) kinestetik-keperagaan, (5) musik, (6) interpersonal, dan (7) intrapersonal. Media yang dapat mengakomodir persyaratan-persyaratan tersebut adalah komputer. Komputer mampu menyajikan informasi yang dapat berbentuk video, audio, teks, grafik dan animasi (simulasi).

Disisi lain, guru memerlukan kemampuan khusus dalam menyelenggarakan pembelajaran berbasis TIK. Selain kemampuan, perlu pula disiapkan perangkat pendukung kegiatan pembelajaran berbasis TIK.

Diskusikan antar peserta :
Dipandang dari berbagai sisi, prasyarat apa saja yang diperlukan untuk penyelenggaraan   pembelajaran berbasis TIK?

Diharapkan akan diperoleh kesepakatan tentang :
1.    SDM (guru)
2.    Perangkat (hardware/software/Silabus/RPP)
3.    Kebijakan yang mendukung terselenggaranya kegiatan pembelajaran berbasis TIK






 














KEGIATAN BELAJAR 2

1.   Eksplorasi pengalaman peserta yang telah menyelenggarakan pembelajaran berbasis TIK
2.   Diskusi identifikasi berbagai strategi pembelajaran berbasis TIK
3.   Pemodelan strategi pembelajaran berbasis TIK
4.   Merancang strategi pembelajaran berbasis TIK

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan strategi Pembelajaran berbasis  TIK
1.     SDM
2.     Infrastruktur
3.     Kebijakan

Strategi pembelajaran meliputi :
·           Tahap Persiapan ( Analisis kurikulum, Analisis kebutuhan, Desain )
·           Tahap Pembelajaran ( Klasikal, Kelompok. Individual)
·           Tahap Evaluasi

Diharapkan tersusun beberapa strategi pembelajaran berbasis TIK yang disesuaikan dengan kondisi sekolah


PENUTUP

Komputer sebagai sarana interaktif dapat digunakan sebagai alternative bentuk pembelajaran terprogram (Programmed Instruction) yang dilandasi hukum akibat (Law of Effect). Dalam hukum akibat, asumsi yang diyakini adalah tingkah laku yang didasari rasa senang akan merangsang untuk dilakukan serta dikerjakan secara berulang-ulang (S-R).

Sangat banyak pakar pendidikan yang melakukan penelitian dan berkesimpulan ke arah positifnya pemanfaatan komputer sebagai media bantu pembelajaran. Arnold (1992) menyatakan para guru masih dihadapkan pada suatu ironi bahwa meskipun komputer merupakan media sangat potensial pada proses pembelajaran, akan tetapi masih sedikit yang mau dan mampu menggunakannya. Ketidakmauan dan/atau ketidakmapuan tersebut disebabkan berbagai factor, baik internal (diri guru sendiri) maupun factor eksternal (fasilitas dan kebijakan).

Poin penting yang diharapkan muncul dalam kesimpulan yang ditarik oleh para peserta dan fasilitator adalah :
1.    Pembelajaran berbasis TIK sudah saatnya mulai dikembangkan dan digunakan dalam proses pembelajaran.
2.    Model pembelajaran yang mendukung kepada pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK.
3.    Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam persiapan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi pembelajaran berbasis TIK.
4.    Kondisi prasayarat yang harus tersedia agar proses pembelajaran berbasis TIK dapat berjalan.

REFERENSI

1.    Rencana Stratetgis Departemen Pendidikan Nasional 2005-2009
2.    Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Pedoman Penyusunan Bahan Ajar, Jakarta, 2006
3.    Gardner, H. (1983), Frames of mind – The theory of multiple intelegences, New York: Basic Books Inc.
4.    Kozma, R.B. (1991), Learning with Media, Review of educational Research.
5.    Paltimer, J.R., (1991), Effect of computer algebra systems on concept and skill acquisition Calculus, Journal for Research in Mathematics Educations.
6.    Puget Sound Center, Peer Coaching Program Master Trainer Training, pc.innovativeteachers.com