INFO PROFIL

Foto saya
JENTREK ROJOIMO WONOSOBO, jawa tengah indonesia, Indonesia
Ya Allah jadikan kami manusia yang bisa keluar dari belenggu “kemunafikan”. Bimbing kami untuk tidak mengoreksi orang lain sebelum diri ini terkoreksi ya Rabb. Jadikan kami manusia yang jujur dan tidak pernah membohongi diri sendiri apalagi orang lain. kepadaMulah kami berserah ya Allah, kepadaMulah kami bermohon karena tanpa kehendakMu kami tidak bisa berbuat apa-apa Affannur Jentrek rojoimo wonosobo . lahir13 Agustus 1989

Minggu, 22 Agustus 2010

KEDAHSYATAN SEDEKAH

 

Affannur jentrek rojoimo
____________________
Bismillahirohmanirrohiim


Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.

Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.

Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.

Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"

Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

"Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.

RAHSIA PERTAMA

"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.

Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah."

Beliau mengambil napas sejenak.

RAHSIA KEDUA

"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.

Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.

Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.

RAHSIA KETIGA

"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."

"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga" , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).

"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ," tanya beliau.

"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.

"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."

"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.

"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."

"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.

"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."

RAHSIA KEEMPAT

Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".

m... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.

"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."

"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. "

Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.

"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.

Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....

KEDAHSYATAN SEDEKAH

Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuat perbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.

Kemudian mereka bertanya, 'Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?'.

Allah menjawab, ' Ada , yaitu besi'.

Para malaikat pun kembali bertanya, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?'.

Allah menjawab, ' Ada , yaitu api'.

Bertanya kembali para malaikat, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?'.

Allah menjawab, ' Ada , yaitu air'.

'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?' tanya para malaikat.

Allah pun menjawab, ' Ada , yaitu angin'.

Akhirnya para malaikat bertanya lagi, 'Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?'.

Allah yang Mahakaya menjawab, ' Ada , yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya' ."

KEDAHSYATAN SEDEKAH

 

Affannyue jentrek rojoiimo wonosobo..

____________________
Bismillahirohmanirrohiim


Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.

Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.

Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.

Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"

Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

"Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.

RAHSIA PERTAMA

"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.

Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah."

Beliau mengambil napas sejenak.

RAHSIA KEDUA

"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.

Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.

Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.

RAHSIA KETIGA

"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."

"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga" , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).

"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ," tanya beliau.

"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.

"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."

"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.

"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."

"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.

"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."

RAHSIA KEEMPAT

Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".

m... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.

"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."

"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. "

Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.

"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.

Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....

KEDAHSYATAN SEDEKAH

Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuat perbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.

Kemudian mereka bertanya, 'Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?'.

Allah menjawab, ' Ada , yaitu besi'.

Para malaikat pun kembali bertanya, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?'.

Allah menjawab, ' Ada , yaitu api'.

Bertanya kembali para malaikat, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?'.

Allah menjawab, ' Ada , yaitu air'.

'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?' tanya para malaikat.

Allah pun menjawab, ' Ada , yaitu angin'.

Akhirnya para malaikat bertanya lagi, 'Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?'.

Allah yang Mahakaya menjawab, ' Ada , yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya' ."

KEKUATAN IMAN

 

affannur 

Ketika Nabi saw kembali dari perang Dzatir Riqa', beliau berhenti disebuah hutan yang banyak pohon durinya, lalu berteduh dibawah pohon, tiba-tiba datang seorang badui Da'tsur namanya, akan membunuh nabi saw. Dengan mengacungkan pedang di muka Nabi ia berkata: Hai Muhammad, siapakah yang akan menolong mu dari pedang ini?

Beliau menjawab : Allah!Da'tsur gemetar dan pedangnya jatuh, lalu diambil oleh Nabi saw pedang itu dan mengacungkan kearah Da'tsur seraya berkata: sekarang siapa yang akan menolong mu dari pedang ini?

Ia menjawab : Jadilah engkau, sebaik-baik orang yang membalas budi. Lalu nabi saw bertanya : sukakah kau jika bersyahadat bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan saya adalah utusan Allah? Da'tsur menjawab: tidak. Tetapi saya berjanji tidak akan memerangi dan tidak pula membantu pada orang yang memerangi, lalu Nabi saw melepaskannya. Kemudian D'tsur kembali kepada kaumnya, lalu berkata kepada mereka : Saya baru saja datang dari seorang manusia yang paling baik (Nabi saw).

Kesimpulan :
- Kisah ini ini diambil dari hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhary dan Imam Muslim dari Jabir ra.
- Kekuatan dan keyakinan Nabi saw kepada Allah swt dalam keadaan sedemikian rupa, dimana biasanya orang merasa tidak yang dapat membela kecuali belas kasih dari orang yang berbuat jahat dan lupa bahwa Allah kuasa dan mampu untuk menghindarkan bahaya itu dari dirinya.

MASUK SORGA TANPA HISAB

affannur 

Disalah satu kesempatan Rasulallah saw mengatakan : Telah ditampakan kepada ku keadaan ummat yang terdahulu, saya melihat ada Nabi yang disertai oleh pengikutnya, yang sedikit, dan ada Nabi yang hanya disertai oleh satu dan dua orang saja, bahkan ada Nabi yang tidak punya pengikut sama sekali, tiba-tiba ditampakan kepadaku rombongan yang besar, saya mengira bahwa itu adalah ummatku, lalu aku dikatakan padaku bahwa itu adalah ummat Nabi Musa as bersama kaum nya. Aku diperintahkan untuk melihat keufuk kanan dan kiriku, lalu aku melihatnya, tiba-tiba saya melihat dikedua ufuk itu rombongan yang sangat besar sekali.

Lalu dikatakan kepadaku : itulah ummatku, dan disamping mereka ada 70.000 orang yang masuk sorga tanpa hisab dan tanpa disiksa. Lalu Rasulallah sawmasuk kerumahnya, maka orang-orang sama membicarakan tentang orang-orang yang masuk sorga tanpa hisab itu. Ada yang berpendapat : mungkin mereka adalah orang-orang yang terlahir dalam Islam dan tidak pernah mempersekutukan Allah. Dan pendapat-pendapat yang lainya.

Kemudian Rasulallah kembali dan bertanya : Apakah yang sedang kalian bicarakan? Lalu mereka memberitahukan kepada beliau pembicaraan mereka.Maka Rasulallah saw bersabda : Mereka adalah orang yang tak pernah menjampi dan dijampikan, tidak mau menebak Nasib dengan perantara burung dan terhadap Allah senantiasa selalu bertawakal. Llau Ukasyah bin Mihsan berkata: Ya Rasulallah, do'akan saya semoga saya termasuk salah satu diantara mereka. Beliau menjawab : Kamu termasuk mereka. Kemudian ada orang lain berdiri dan berkata : Do'akan saya semoga saya termasuk mereka. Beliau menjawab : Kamu telah kedahuluan Ukasyah.

Kesimpulan :
- Kisah ini diambil dari hadits Nabi saw yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhary Dan Imam Muslim dari Ibnu Abbas ra. 

KEUTAMAAN ZIKIR KEPADA ALLAH

Trimaida tsubiyati 

Allah Ta'ala mempunyai Malaikat-malaikat yang berkeliling di jalan-jalan untuk mencari orang-orang yang berzikir, maka apabila mereka menjumpai kaum yang sedang berzikir kepada Allah Azza Wa Jalla, lalu mereka memanggil kepada teman-teman nya: kemarilah disini terdapat apa yang kalian cari! lalu para malaikat itu mengerumuni mereka dengan sayap-sayapnya sampai kelangit dunia. Maka Tuhan bertanya pada para malaikat, padahal Ia lebih mengetahui : Apakah yang dikatakan oleh hamba-hambaku?

Malaikat menjawab: Mereka mensucikan engkau, Membesarkan engkau, Memuji engkau.
Tuhan bertanya: Adakah mereka melihat aku?
Malaikat menjawab : Demi Allah mereka tidak melihat engkau.
Tuhan bertanya : Bagaimana seandainya mereka melihat aku?
Malaikat menjawab : Tentu mereka lebih giat menyembah engkau ya Allah, lebih memulyakan engkau dan lebih banyak mensucikan engkau.
Tuhan bertanya : Apa yang mereka minta?
Malaikat menjawab : Mereka memnita sorga kepada Engkau.
Tuhan bertanya : Adakah mereka melihat sorga?
Malaikat menjawab: Tidak Ya Allah.
Tuhan bertanya : Bagaimana seandainya mereka melihatnya?
Malaikat menjawab : Tentu mereka lebih semangat untuk memperolehnya.
Tuhan bertanya : Dari apa mereka meminta perlindungan?
Malaikat menjawab : Mereka minta perlindungan dari Neraka
Tuhan bertanya : Apakah mereka dapat melihat neraka?
Malaikat menjawab : Tidak mereka tidak dapat melihatnya.
Tuhan bertanya : Bagaimana bila mereka dapat melihatnya?
Malaikat menjawab : Tentu mereka akan lari dan ketakutan.

Lalu Allah berfirman : Saksikanlah oleh mu bahwa aku telah mengampunkan mereka semuanya. Malaikat berkata : Tuhan, disitu ada orang yang bukan dari mereka hanya bertepatan ada keperluan maka ia datang ke situ. Tuhan menjawab : Ia termasuk dalam golongan itu, karena ia tidak akan kecewa duduk bersama mereka.

Kesimpulan :
- Kisah ini diambil dari hadits Qudsyi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhary, dan Imam Muslim dari Abu Hurairah ra.
- Keutamaan orang-orang yang berzikir kepada Allah, dosa mereka akan diampuni oleh nya.
- Orang yang berkumpul dengan orang-orang yang berzikir kepada Allah, itupun akan diampuni dosanya, sekalipun ia tidak turut berzi

WASILAH DENGAN AMAL SHALEH

Affannur 

Pada Zaman dahulu sebelum diutusnya nabi Muhammad SAW ada tiga orang berjalan-jalan hingga terpaksa bermalam disebuah gua. Ketika mereka berada di gua ada sebuah batu besar jatuh dari atas bukit dan menutupi pintu gua hingga mereka tidak dapat keluar. Mereka Berkata : Kita tidak bisa keluar dari gua ini melainkan bila kita bertawassul kepada Allah Ta'ala dengan amal yang paling istimewa yang pernah kita kerjakan.

Kemudian salah seorang diantara mereka berdo'a : Ya Allah, kami mempunyai ayah dan ibu yang telah lanjut usia. Kami tidak biasa memberi minum susu kepada siapapun sebelum keduanya minum terlebih dahulu, termasuk keluarga dan pelayan kami.

Pada suatu hari kami terlalu jauh ke dalam mencari kayu bakar hingga malam hari baru pulang. Sesampainya dirumah kami langsung memerah susu untuk ayah dan ibu, ternyata keduanya telah tidur. Kami segan membangunkan keduanya, dan kami juga tidak akan memberikan minuman kepada siapapuun sebelum kedua orang tua kami yang meminum.

Maka kami memegang minuman itu untuk menunggu ayah dan ibu kami bangun hingga terbit fajar. Kemudian keduanya telah bangun, lalu kami memberikan minuman kepada keduanya. Padahal malam itu anak kami merengek-rengek didekat kaki ku meminta minum tetapi kami tidak meladeninya.

Ya Allah, jika kami melakukan hal itu semata-mata hanya mencari ridla Mu, maka lepaskanlah kami dari bencana ini. Lalu batu itu bergeser sedikit dan mereka belum dapat keluar dari gua itu.

Orang kedua berdo'a: Ya Allah kami pernah jatuh cinta kepada anak gadis paman kami, kami ingin sekali tidur bersamanya tetapi ia selalu menolak. Pada suatu hari ia menderita kelaparan, lalu datang kepada kami untuk meminta bantuan makanan. Maka kami berikan kepadanya uang sebesar 120 dinar dengan syarat mau kami ajak tidur, lalu ia menerima syarat itu. Kami membawa nya ke suatu tempat, dan kami melakukan apa saja yang ingin kami lakukan. Maka ketika kami telah duduk diatas kedua kakinya, tiba-tiba ia berkata: Takutlah kamu kepada Allah, dan jangan dipecahkan selaput ini melainkan dengan cara yang halal. Maka kami terus pergi meninggalkan gadis itu. Padahal kami sangat menginginkan nya, dan kami tinggalkan juga emas yang telah kami berikan padanya.

Ya Allah jika kami melakukan hal itu semata-mata hanya mencari ridla Mu, maka lepaskanlah kami dari bencana ini. Lalu batu itu bergeser sedikit, tetapi mereka belum juga dapat keluar dari gua.

Kemudian orang yang ketiga berdo'a: Ya Allah kami adalah seorang majikan yang punya banyak buruh. Pada suatu hari ketika kami membagikan upah pada mereka, tiba-tiba ada seorang buruh yang pergi tanpa mengambil upah nya dan tidak kembali lagi esok nya hingga tidak ketahuan beritanya.

Maka upahnya kami kembangkan hingga banyak, beberapa tahun kemudian ia datang kepada kami, lalu ia berkata : Tuan saya mau mengambil upah saya yang dulu belum saya ambil pada tuan.

Saya menjawab : Semua kekayaan yang ada didepan matamu itu yang berupa unta, sapi, kambing berikut pengembalanya itu adalah milik mu. Ia pun berkata seperti tidak percaya: Tuan jangan mengejek saya. Saya menjawab : Sedikitpun tidak mengejekmu dan ini benar adanya. Kemudian ia membawa semua harta tersebut.

Ya Allah, jika kami melakukan hal itu semata-mata hanya mencari ridla Mu, maka lepaskanlah kami dari bencana ini. Maka batu itu bergeser dari mulut gua, terbuka lebar hingga mereka bertiga dapat keluar dari gua itu.

Kesimpulan :

- Kisah ini diambil dari hadits nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhary dan Imam Muslim dari Abi Abdurohman Abdullah Ibnu Umar ra.
- Amal Shaleh bisa dijadikan wasilah dalam berdo'a.
- Pentingnya Ikhlas dalam beramal.

PEREMPUAN SORGA

 Affannur jentrek rojoimo 

Ibnu Abbas ra berakta kepada Atha' bin Rabah: Maukah aku tunjukan kepadamu seorang perempuan ahli sorga?

Ia Menjawab: Mau
Kemudian Ibnu Abbas berkata: itu dia orangnya sambil menunjuk kepada seorang perempuan hitam. lalu Ibnu Abbas melanjutkan ceritanya: perempuan itu pernah datang kepada rasulullah saw seraya mengatakan: Ya Rasulullah saya berpenyakit "ayan" hingga aurat saya terbuka apabila penyakit itu kambuh, maka do'akanlah saya agar sembuh dari penyakit saya ini.

Rasulullah saw menjawab: jika kamu mau bersabar, kamu akan mendapat sorga, dan jika kamu tetap minta saya do'akan, saya pun tidak keberatan.

Permpuan itu menjawab: saya sabar ya Rasulullah, tetapi do'akan supaya aurat saya tidak sampai terbuka.

Kesimpulan:
>Kisah ini diambil dari hadfits nabi saw yang diriwayatkan oelh Imam Bukhary dan Imam Muslim dari Atha' bi Rabah ra.
>Boleh minta dido'akan kepada para ulama atau orang-orang yang shahih.
>Bersabar terhadap Musibah yang sedang dihadapi lebih baik ketimbang minta dihilangkanya musibah kepada Allah SWT.

WASILAH DENGAN AMAL SHALE

 

affannur jentrek rojoimo 

Pada Zaman dahulu sebelum diutusnya nabi Muhammad SAW ada tiga orang berjalan-jalan hingga terpaksa bermalam disebuah gua. Ketika mereka berada di gua ada sebuah batu besar jatuh dari atas bukit dan menutupi pintu gua hingga mereka tidak dapat keluar. Mereka Berkata : Kita tidak bisa keluar dari gua ini melainkan bila kita bertawassul kepada Allah Ta'ala dengan amal yang paling istimewa yang pernah kita kerjakan.

Kemudian salah seorang diantara mereka berdo'a : Ya Allah, kami mempunyai ayah dan ibu yang telah lanjut usia. Kami tidak biasa memberi minum susu kepada siapapun sebelum keduanya minum terlebih dahulu, termasuk keluarga dan pelayan kami.

Pada suatu hari kami terlalu jauh ke dalam mencari kayu bakar hingga malam hari baru pulang. Sesampainya dirumah kami langsung memerah susu untuk ayah dan ibu, ternyata keduanya telah tidur. Kami segan membangunkan keduanya, dan kami juga tidak akan memberikan minuman kepada siapapuun sebelum kedua orang tua kami yang meminum.

Maka kami memegang minuman itu untuk menunggu ayah dan ibu kami bangun hingga terbit fajar. Kemudian keduanya telah bangun, lalu kami memberikan minuman kepada keduanya. Padahal malam itu anak kami merengek-rengek didekat kaki ku meminta minum tetapi kami tidak meladeninya.

Ya Allah, jika kami melakukan hal itu semata-mata hanya mencari ridla Mu, maka lepaskanlah kami dari bencana ini. Lalu batu itu bergeser sedikit dan mereka belum dapat keluar dari gua itu.

Orang kedua berdo'a: Ya Allah kami pernah jatuh cinta kepada anak gadis paman kami, kami ingin sekali tidur bersamanya tetapi ia selalu menolak. Pada suatu hari ia menderita kelaparan, lalu datang kepada kami untuk meminta bantuan makanan. Maka kami berikan kepadanya uang sebesar 120 dinar dengan syarat mau kami ajak tidur, lalu ia menerima syarat itu. Kami membawa nya ke suatu tempat, dan kami melakukan apa saja yang ingin kami lakukan. Maka ketika kami telah duduk diatas kedua kakinya, tiba-tiba ia berkata: Takutlah kamu kepada Allah, dan jangan dipecahkan selaput ini melainkan dengan cara yang halal. Maka kami terus pergi meninggalkan gadis itu. Padahal kami sangat menginginkan nya, dan kami tinggalkan juga emas yang telah kami berikan padanya.

Ya Allah jika kami melakukan hal itu semata-mata hanya mencari ridla Mu, maka lepaskanlah kami dari bencana ini. Lalu batu itu bergeser sedikit, tetapi mereka belum juga dapat keluar dari gua.

Kemudian orang yang ketiga berdo'a: Ya Allah kami adalah seorang majikan yang punya banyak buruh. Pada suatu hari ketika kami membagikan upah pada mereka, tiba-tiba ada seorang buruh yang pergi tanpa mengambil upah nya dan tidak kembali lagi esok nya hingga tidak ketahuan beritanya.

Maka upahnya kami kembangkan hingga banyak, beberapa tahun kemudian ia datang kepada kami, lalu ia berkata : Tuan saya mau mengambil upah saya yang dulu belum saya ambil pada tuan.

Saya menjawab : Semua kekayaan yang ada didepan matamu itu yang berupa unta, sapi, kambing berikut pengembalanya itu adalah milik mu. Ia pun berkata seperti tidak percaya: Tuan jangan mengejek saya. Saya menjawab : Sedikitpun tidak mengejekmu dan ini benar adanya. Kemudian ia membawa semua harta tersebut.

Ya Allah, jika kami melakukan hal itu semata-mata hanya mencari ridla Mu, maka lepaskanlah kami dari bencana ini. Maka batu itu bergeser dari mulut gua, terbuka lebar hingga mereka bertiga dapat keluar dari gua itu.

Kesimpulan :

- Kisah ini diambil dari hadits nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhary dan Imam Muslim dari Abi Abdurohman Abdullah Ibnu Umar ra.
- Amal Shaleh bisa dijadikan wasilah dalam berdo'a.
- Pentingnya Ikhlas dalam beramal.

Rahasia Sukses yang diberkahi Allah

affannur jentrek rojoimo

 

Kisah ini saya dapat dari sahabat saya karena saya lihat dan renungkan maka cerita ini wajib saya sebarkan agar menjadi renungan dan dapat bermanfaat bagi pembaca blog ini, inilah ceritanya :

Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.

Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.

Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung. Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.

Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"

Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

"Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.

RAHASIA PERTAMA

"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah."
Beliau mengambil napas sejenak.
RAHASIA KEDUA

"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.

Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.

Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.

RAHASIA KETIGA

"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."

"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga" , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).

"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ," tanya beliau.

"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.

"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."

"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.

"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."

"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.

"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."

RAHASIA KEEMPAT

Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".

Hm... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.

"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."

"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. "

Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.

"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.

Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....


KEDAHSYATAN SEDEKAH

Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuat perbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.

Kemudian mereka bertanya, 'Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?'.

Allah menjawab, 'Ada, yaitu besi'.

Para malaikat pun kembali bertanya, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?'.

Allah menjawab, 'Ada, yaitu api'.

Bertanya kembali para malaikat, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?'.

Allah menjawab, 'Ada, yaitu air'.

'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?' tanya para malaikat.

Allah pun menjawab, 'Ada, yaitu angin'.

Akhirnya para malaikat bertanya lagi, 'Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?'.

Allah yang Mahakaya menjawab, 'Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya' ."

Subhanallah....

Catatan : Kisah ini saya dapat dari sahabat saya Saunan Uung

SELAYANG PANDANG

Segala puji kita panjatkan ke hadirat allah swt, hanya kepadanyalah tempat kita menyembah dan hanya padanyalah tempat kita memohon pertolongan. Pertolongan mengenai urusan agama maupun urusan dunia.

Sholawat dan salam kita ucapkan, semoga tetap atas junjungan kita nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Artikel-artikel yang dimuat disini merupakan kumpulan dari kisah-kisah yang terdapat didalam hadits nabi s.a.w, yang dikumpulkan dari literatur buku-buku maupun cerita-cerita yang mengandung suri tauladan yang baik. Sehingga isi blog kisah penyejuk hati dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Segala sesuatu kesempurnaan hanya milik allah, tentunya blog ini ada saja kekurangannya, saran dan kritik membangun sangatlah menambah wawasan pengetahuan kami.


MASUK SORGA TANPA HISAB 

affannur

Disalah satu kesempatan Rasulallah saw mengatakan : Telah ditampakan kepada ku keadaan ummat yang terdahulu, saya melihat ada Nabi yang disertai oleh pengikutnya, yang sedikit, dan ada Nabi yang hanya disertai oleh satu dan dua orang saja, bahkan ada Nabi yang tidak punya pengikut sama sekali, tiba-tiba ditampakan kepadaku rombongan yang besar, saya mengira bahwa itu adalah ummatku, lalu aku dikatakan padaku bahwa itu adalah ummat Nabi Musa as bersama kaum nya. Aku diperintahkan untuk melihat keufuk kanan dan kiriku, lalu aku melihatnya, tiba-tiba saya melihat dikedua ufuk itu rombongan yang sangat besar sekali.

Lalu dikatakan kepadaku : itulah ummatku, dan disamping mereka ada 70.000 orang yang masuk sorga tanpa hisab dan tanpa disiksa. Lalu Rasulallah sawmasuk kerumahnya, maka orang-orang sama membicarakan tentang orang-orang yang masuk sorga tanpa hisab itu. Ada yang berpendapat : mungkin mereka adalah orang-orang yang terlahir dalam Islam dan tidak pernah mempersekutukan Allah. Dan pendapat-pendapat yang lainya.

Kemudian Rasulallah kembali dan bertanya : Apakah yang sedang kalian bicarakan? Lalu mereka memberitahukan kepada beliau pembicaraan mereka.Maka Rasulallah saw bersabda : Mereka adalah orang yang tak pernah menjampi dan dijampikan, tidak mau menebak Nasib dengan perantara burung dan terhadap Allah senantiasa selalu bertawakal. Llau Ukasyah bin Mihsan berkata: Ya Rasulallah, do'akan saya semoga saya termasuk salah satu diantara mereka. Beliau menjawab : Kamu termasuk mereka. Kemudian ada orang lain berdiri dan berkata : Do'akan saya semoga saya termasuk mereka. Beliau menjawab : Kamu telah kedahuluan Ukasyah.

KESEDERHANAAN UTBAH BIN GHOZWAN

affannur

 

Ketika Utbah bin Ghozwan menjabat sebagai gubernur Bashrah, dia pernah berkata
"Sungguh dunia telah akan habis dan rusak, berjalan terus dengan cepat, tiada sisa dari padanya melainkan sebagai sisa minuman dalam cerek yang dituangkan oleh yang punya. Dan kamu bakal kembali dari padanya ke tempat yang tiada habisnya, maka kembalilah kamu dengan sebaik-baik bekal yang ada padamu, karena telah dikabarkan bahwa, kalau sebuah batu dilemparkan kedalam jahanam, maka menyelam hingga tujuh tahun sebelum sampai kedasarnya.
Demi Allah Neraka itu akan dipenuhi, apakah kamu heran?....."

Juga dikabarkan kepada kami bahwa antara dua ambang pintu sorga seluas perjalanan empat puluh tahun, tetapi akan terjadi pada suatu hari ia sesak oran berjalan.

Dahulu ketika kami masih bertujuh dari tujuh orang bersama Rasulallah saw, tidak mendapat makanan melainkan daun-daun pepohonan sampai bibir-bibir kami luka, saya memotong selembar kain untuk kami pakai sebagai sarung saya dan Sa'ad bin Malik. Tetapi kini tiada seorang diantara kami melainkan telah menjadi gubernur disuatu daerah.

Saya berlindung kepada Allah, jangan sampai saya dalam pandangan diriku besar, tetapi kecil dalam pandangan Allah....

Oleh Dr Ahmad Redzuwan Mohd Yunus
DATA Pertubuhan Kesihatan Sedunia (WHO) pada 2005, menunjukkan mereka yang dikesan menghidap HIV berjumlah 40.3 juta orang. Jumlah itu meningkat dua kali ganda berbanding 1995. Daripada jumlah itu, 38 juta adalah orang dewasa, manakala 2.3 juta kumpulan berusia 15 tahun ke bawah.
Virus HIV berkembang biak dan sangat berpotensi merosakkan sel darah putih yang berfungsi melawan serangan penyakit. Ia menyebabkan kemusnahan sistem daya tahan tubuh badan melawan penyakit.
Ia adalah virus yang menyebabkan wujudnya penyakit Aids. Apabila HIV menyerang sistem daya tahan badan seseorang, ia boleh menyebabkan badan menjadi lemah dan tidak berupaya melawan jangkitan penyakit. Jika seseorang disahkan dijangkiti HIV, orang itu dipanggil HIV positif.
Virus ini perlu dijauhkan oleh seseorang, kerana pakar perubatan moden hari ini masih belum menemukan penawar untuk merawat mereka yang dijangkitinya. Salah satu cara virus ini menular ialah melalui hubungan seksual, hubungan lelaki sesama lelaki dan perempuan sesama perempuan.
Hubungan seksual yang ditegah oleh syarak, sebagaimana yang dijelaskan tadi, juga dikenali sebagai hubungan sulit. Sulitnya hubungan itu, kerana ia tidak diketahui orang lain seperti isteri, anak, mahupun masyarakat. Namun begitu, walau sesulit mana hubungan yang dilakukan, ia tidak menjadi rahsia daripada pengetahuan Allah SWT, kerana Dia Maha Mengetahui.
Walaupun hubungan sulit dilakukan itu terlepas daripada hukuman dunia atau hukuman manusia, namun perbuatan mereka ini tidak akan terlepas daripada balasan Allah SWT di akhirat kelak, kerana setiap perbuatan manusia akan dihitung secara adil.
Allah SWT berfirman yang bermaksud:
“Dan (Ingatlah), Kami akan mengadakan neraca timbangan yang adil, (untuk menimbang amalan makhluk-makhluk) pada hari Kiamat, maka tidak ada sesiapa yang akan teraniaya sedikitpun.” (Surah al-Anbiya’, ayat 47)
Sesungguhnya Islam dengan tegas mengharamkan perbuatan zina kerana berzina adalah satu cara penyaluran tenaga batin yang menyeleweng iaitu dengan tidak melalui ikatan perkahwinan yang sah.
Amalan ini membawa kepada rendahnya nilai diri manusia, hancurnya institusi kekeluargaan, tersebarnya penyakit siflis dan yang paling dahsyat, ia membawa kepada merebaknya virus HIV yang akhirnya akan mengundang penyakit Aids.
Oleh itu, ia diharamkan oleh Allah melalui firman-Nya yang bermaksud:
“Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang jahat yang membawa kerosakan.” (Surah al-Isra’, ayat 32)
Ibn Kathir menjelaskan Allah SWT melarang hamba-Nya berbuat zina, dan mendekatinya serta melakukan faktor dan aspek yang boleh membawa kepada perzinaan, suatu perbuatan dosa besar dan seburuk-buruk perbuatan.
Manusia sanggup melakukan zina kerana hilangnya nilai keimanan pada diri individu itu. Dalam tubuh mereka, nafsu menjadi nakhodanya akibat bisikan syaitan. Bagi orang yang memiliki keimanan, itulah benteng yang bakal menghalang mereka melakukan perkara ditegah Allah SWT.
Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:
“Seorang penzina tidak akan berzina jika ketika itu dia berada dalam keimanan. Dan seorang pencuri tidak akan mencuri, jika ketika itu dia berada dalam keimanan. Dan seorang peminum arak tidak akan meminum arak, jika ketika itu dia berada dalam keimanan.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)
Keimanan perkara sangat penting dalam diri kita, kerana tanpa keimanan sebenar, akan menjadikan manusia terputus hubungannya dengan Allah SWT. Di kala itu, hatinya sudah tidak mendapat sinaran iman yang menjadi daya kekuatan dan penggerak untuk menghayati ajaran Islam.
Kita hendaklah sentiasa berdoa kepada Allah, agar sentiasa dikurniakan kemantapan keimanan walau di mana kita berada.
Untuk mengatasi masalah penularan virus ini, remaja hendaklah menjauhkan diri daripada pergaulan bebas, menjauhkan diri daripada terjebak dengan persoalan cinta yang bertunjangkan nafsu semata-mata, menjauhkan daripada menonton aksi lucah.
Bagi orang dewasa pula, mereka hendaklah menjauhkan diri daripada persoalan berkasih di tempat kerja, menjauhkan diri daripada rumah urut dan sarang pelacuran. Sebaliknya, mereka perlu menyalurkan kehendak di tempat yang dihalalkan oleh Allah SWT.
Masyarakat Islam hendaklah giat melakukan dakwah untuk memberi inzar (iaitu peringatan) kepada masyarakat supaya menjauhkan diri daripada melakukan zina yang sememangnya terdedah kepada jangkitan virus HIV.
Tanggungjawab ini adalah tanggungjawab bersama, di kalangan pemimpin, ulama mahupun orang awam, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:
“Sesiapa yang melihat kemungkaran, maka hendaklah dia mengubahnya (menghapuskan) dengan tangannya. Jika dia tidak berkuasa berbuat demikian, maka hendaklah dia mengubahnya dengan lidah. Jika dengan itu juga dia tidak berkuasa, maka hendaklah dengan hatinya. Tetapi, itu adalah selemah-lemah iman.” (Hadis riwayat Muslim)
Al-Qurtubi menjelaskan bahawa menyuruh kepada makruf, dengan menggunakan kekuasaan mesti dilakukan oleh pemerintah, dengan lidah oleh ulama, sedangkan dengan hati oleh orang awam yang bersikap lemah.

Muhasabah diri untuk mengukur kekuatan iman

Affannur jentrek rojoimo wonosobo
Ramadan ajar umat memberi maaf, jernihkan hubungan elak sengketa bawa kehancuran
RAMADAN kini berada pada 10 terakhir. Bagi mereka yang melaksanakan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan mengharapkan keredaan Allah pastilah saat akhir ini menjadikan mereka lebih bersemangat menggandakan amal salih dan kebajikan.
Semua dengan tujuan bagi mencapai matlamat ibadah puasa disyariatkan, iaitu menjadi insan lebih bertakwa. Sehubungan itu, dalam usaha mencapai tahap berkenaan memerlukan hidayah serta petunjuk daripada al-Quran yang diturunkan pada Ramadan.
Allah berfirman yang bermaksud:
“Kitab al-Quran ini tidak ada sebarang syak padanya (mengenai datangnya daripada Allah dan kesempurnaannya); ia pula menjadi petunjuk bagi orang yang (hendak) bertakwa.” (Surah al-Baqarah, ayat 2)
Firman Allah lagi yang bermaksud:
“(Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadan yang padanya diturunkan al-Quran menjadi petunjuk bagi sekalian manusia.” (Surah al-Baqarah, ayat 185)
Imam al-Ghazali dalam kitabnya, Bidayah al-Hidayah (Permulaan Jalan Hidayah) menegaskan bahawa permulaan jalan hidayah ialah ketakwaan zahir dan kesudahan jalan hidayah adalah ketakwaan batin.
Katanya, petunjuk hanya akan diperoleh oleh orang yang berusaha menyediakan dirinya supaya menjadi orang bertakwa. Beliau menjelaskan ketakwaan terbahagi kepada dua bahagian iaitu melaksanakan segala perintah Allah dan kedua, meninggalkan larangan-Nya.
Selepas berlalunya bahagian pertama dan kedua Ramadan, wajarlah kita bermuhasabah sama ada sudah benar-benar berusaha mencapai matlamat melaksanakan ibadah puasa, iaitu bagi menyemai ketakwaan dalam diri atau sebaliknya.
Ibadah puasa hanya dilaksanakan sebagai amalan menahan lapar serta dahaga bermula dengan terbit fajar sehingga terbenamnya matahari dan tidak lebih daripada itu. Jika itu keadaannya, maka jadilah kita sebagai sebahagian daripada orang yang rugi dan tercela.
Maka sesudah berlalunya Ramadan kelak, tiada sebarang peningkatan dicapai dalam jalinan hubungan dan ketaatan terhadap Allah. Ada satu kaedah dalam Islam yang menyatakan, “Apa yang tidak dapat dilakukan keseluruhannya maka usahlah ditinggalkan keseluruhannya.”
Kita tidak akan dicela jika tidak dapat mencapai peringkat ketakwaan tertinggi tetapi kita dicela kerana tidak melakukan sebarang usaha, sedangkan kita masih berkemampuan.
Selain bermuhasabah mengenai hubungan dengan Allah, ketaatan dan ketakwaan terhadap-Nya, kita juga wajar menilai sejauh mana ibadah puasa dilaksanakan dapat mendorong untuk sentiasa memperbaiki serta mengukuhkan hubungan sesama manusia, iaitu salah satu sifat dan ciri utama golongan bertakwa.
Justeru, hitung dan nilailah sama ada kekusutan dan perbalahan yang mungkin berlaku sudah dileraikan. Atau sebaliknya, sehingga saat ini kita masih belum bertegur sapa dan bersedia memaafkan ahli keluarga, rakan sekerja, sahabat-handai dan jiran tetangga.
Amat malang bagi kita jika pada bulan yang menjanjikan keampunan Allah ini, kita pula masih bersengketa dan bermusuhan serta tidak bersedia untuk saling memaafkan antara satu dengan lain. Padahal kita cukup menyedari bahawa kesepakatan, perpaduan dan kesatuan amat penting bagi kemajuan, keutuhan serta kesejahteraan ummah.
Sebaliknya, perbalahan dan persengketaan hanya merugikan selain mengakibatkan kehancuran serta kemusnahan. Al-Quran merakamkan pujian terhadap orang yang lebih suka memaafkan dan menjernihkan hubungan.
Allah berfirman yang bermaksud:
“Iaitu orang yang mendermakan hartanya pada masa senang dan susah, dan orang yang menahan kemarahannya, dan orang yang memaafkan kesalahan orang. Dan ingatlah, Allah mengasihi orang yang melakukan perkara baik.” (Surah Ali-Imran, ayat 133)
Sementara hadis daripada Abu Hurairah bahawa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:
“Tidaklah sedekah itu mengurangkan harta dan tidaklah Allah menambahkan bagi hamba yang suka memaafkan (kesilapan orang lain) melainkan kemuliaan, dan tidaklah seseorang itu tunduk tawaduk kepada Allah melainkan Allah akan mengangkat darjatnya.”
Al-Quran menggariskan peranan penting itu kerana ia akhirnya dapat mengelakkan kezaliman terhadap salah satu pihak dan menyatukan kembali kedua-duanya.
Dalam hubungan ini, tindakan al-Hasan bin Ali bagi mengelakkan perpecahan dan pertumpahan darah umat Islam terus berlaku, wajar dijadikan iktibar. Selepas Ali meninggal dunia, penyokong beliau terus memberikan bai’ah kepada puteranya, al-Hasan.
Penyokong itu mahu meneruskan niat mereka untuk membunuh Mu’awiyah namun dibantah oleh al-Hasan. Sebaliknya al-Hasan mengutus surat perdamaian kepada Mu’awiyah yang diterima oleh Mu’awiyah dengan perasaan gembira tidak terkira.
Lantas, Mu’awiyah berangkat ke Kufah pada Rabiul Awal 41 hijrah iaitu selepas enam bulan al-Hasan menjalankan tugas sebagai khalifah. Al-Hasan dan al-Husain memberikan bai’ah kepadanya dan langkah itu dituruti seluruh umat Islam. Dengan demikian, tertegaklah Kerajaan Umayyah secara rasmi dan Mu’awiyah menjadi khalifah bagi umat Islam keseluruhannya.
Umat Islam gembira dengan perdamaian yang dapat diwujudkan dan mereka bersyukur kerana segala bentuk fitnah serta pertumpahan darah dapat dihentikan serta-merta. Mereka menamai tahun itu sebagai ‘Tahun Penyatuan’.
Sesungguhnya usaha mulia al-Hasan meninggalkan kesan yang baik terhadap keseluruhan umat Islam. Majoriti ulama’ Ahli-Sunnah memuji tindakan yang diambil al-Hasan sehingga berjaya menyatukan kembali umat Islam yang dilanda persengketaan, kebencian dan permusuhan.
Mereka juga menegaskan bahawa tindakannya itu menegaskan lagi kenabian datuknya, Muhammad SAW yang bersabda,
“Anak (cucu)ku ini adalah penghulu, semoga Allah mendamaikan melaluinya dua buah kumpulan yang besar daripada kalangan umat

PUASA BERI KEKUATAN DALAMAN

Oleh: Affannur jentrek rojoimo


Doa disifatkan dalam salah sebuah hadis sebagai senjata orang Islam dan pada ketika yang lain diibaratkan sebagai otak dari ibadat. Orang yang berpuasa seharusnya membanyakkan berdoa kepada Allah. Doa memberi pengharapan dan menambah keyakinan seorang hamba terhadap penciptanya. Doa juga menyedarkan manusia betapa kerdil dan lemah manusia terhadap perancangan Allah.

Walau apa pun yang dirancang manusia ditangan Allah jua kuasa penentunya. Usaha manusia tidak akan dapat mengatasi qadak dan qadar Allah.

Orang yang berpuasa digalakkan untuk banyak berdoa hinggakan disebut dalam satu hadis bahawa mereka termasuk dalam 3 golongan manusia yang tidak akan
ditolak doanya. Sabda Rasulullah yang bermaksud 3 orang yang tidak akan ditolak doanya ialah pemerintah yang adil, orang yang berpuasa hingga dia berbuka dan
orang yang teraniaya. Dapatlah kita fahami di sini latihan jiwa hasil daripada puasa akan menyebabkan manusia hampir kepada Allah dan lantaran ia dekat
kepada Allah doanya mudah diperkenankan.

Manusia yang banyak berdoa kepada Allah bukan saja akan akur pada ketentuan Allah tetapi berkeyakinan bahawa Allah memakbulkan permintaannya bahkan apa yang telah ditentukan Allah adalah yang terbaik untuk dirinya.

Dalam ayat 186 Surah Al-Baqarah yang bermaksud: ''Apabila hambaKu bertanya tentang Aku katakan (wahai Muhammad) bahwa Aku dekat dan Aku menyampaikan doa orang yang meminta kepada Ku.''

Allah menjanjikan bahawa setiap yang meminta pasti akan dimakbulkan permintaannya. Ini bermakna Dia akan mengotakan janji-Nya. Apa yang dihajati oleh orang
yang berdoa tadi akan ditunaikan tetapi menurut cara Allah dan perancangan-Nya bukan perancangan manusia. Kadang-kadang perancangan Allah sama dengan
perancangan orang yang meminta kadang-kadang ia berbeza. Apa pun yang pasti doanya termakbul dan Allah memberi pilihan yang terbaik untuk manusia itu.

Ibadat puasa bukan saja menggandakan pahala untuk orang yang taat melakukannya tetapi ia menambah kekuatan spirituil melalui sifat ikhlas. Amalan puasa
adalah antara manusia dengan Allah. Jika kita makan atau minum dengan diam-diam mungkin tiada siapa yang melihat cuma Allah saja yang tahu.
Dengan ini puasa menanam sifat jujur dalam diri sendiri dan kepada Allah. Apabila kita membiasakan diri dengan ikhlas, kita
bertambah yakin dengan segala tindak-tanduk kita. Kerana pentingnya sifat ikhlas ini Allah s.w.t. sendiri yang akan membatas pahala orang yang berpuasa.

Ketahanan badan yang diperoleh melalui latihan berlapar dalam puasa juga menghasilkan ketahanan mental dan rohani. Melalui puasa dapatlah kita fahami
bahawa seseorang menjadi kuat dan boleh bekerja bukanlah kerana makan saja tetapi kerana keyakinan dan iman kepada Allah akan menjadi nadi
penggerak kepadanya. Ini terbukti dalam sejarah peperangan Badar yang berlaku dalam bulan Ramadan ketika pertama kali orang Islam diwajibkan berpuasa. Kekuatan seorang sahabat boleh bertambah menjadi kepada tenaga kekuatan dua puluh orang hanya kerana keimanan yang jitu pada Allah. Walaupun mereka sedang berpuasa musuh yang kenyang akhirnya tewas ditangan orang Islam yang lapar dan sedikit jumlahnya.

Kesan kerohanian ini sebolehnya dikekalkan dalam diri orang Islam. Dengan itu mereka dianjurkan meneruskan puasa sunat enam hari dalam bulan Syawal supaya
kekuatan rohani ini berkesinambungan. Bahkan untuk menjamin kesan kerohanian ini lebih dirasai dan berterusan, dari sebelum Ramadan orang Islam sudah mula berjinak-jinak dan berlatih melalui puasa Rejab dan Syaaban.

Puasa Ramadan berbeza dengan puasa dalam bulan lain. Ia penuh keberkatan, kedatangannya dialu-alukan dan pemergiannya ditangisi. Jika manusia tahu apa yang
terkandung daripada keberkatannya mereka akan memohon supaya Ramadan itu sepanjang tahun. Sayang sedikit bagi kebanyakan kita penekanan persediaan Ramadan ialah seolah-olah Ramadan terpaksa dilalui untuk meraikan raya. Persiapan untuk raya melebihi daripada persiapan untuk puasa., Seharusnya kita bersiap untuk puasa bersedia meningkatkan kekuatan dalaman.

Bulan Ramadan sangat istimewa. Berkat dan rahmatnya membuat kebanyakan orang terpanggil untuk membuat kebajikan dan menambah ibadat. Orang yang jarang membuat amalan sunat pun akan sanggup sama-sama berjemaah, tadarus dan bertarawih. Paling tidak pun mereka terpanggil ke masjid untuk menikmati
juadah berbuka dan ''moreh'' selepas tarawih yang disedekahkan oleh orang ramai.

Faktor pembangunan kekuatan manusia sebenarnya adalah terletak pada tiga perkara utama iaitu akal, rohani dan jasmani. Semua kekuatan ini dapat dibina melalui puasa. Akal menjadi kuat dengan pembacaan al-Quran. Rohani dan jiwa pula kental dengan zikir dan istighfar. Fizikal badan pula mendapat ketahanan melalui puasa.

Ibadat puasa sesungguhnya berbeza dengan ibadat yang lain. Kesannya tidak terlibat secara zahir. Ia lebih merupakan amalan dalaman yang tersirat dalam diri
seseorang. Ia berupaya memberi kekuatan dalaman untuk pembangunan insan.

Rabu, 11 Agustus 2010

Tips Dan Trik Cara Belajar Yang Baik Untuk Ujian / Ulangan Pelajaran Sekolah Bagi Siswa SD, SMP, SMA Serta Mahasiswa

Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah ketika jam pelajaran berlangsung dibimbing oleh Bapak atau Ibu Guru. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa pr / pekerjaan rumah. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik.
Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :
1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.
2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.
3. Membuat Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.
4. Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.
5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu
6. Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.
7. Hindari Belajar Berlebihan
Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.
8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.
Semoga tips cara belajar yang benar ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, amin.